Aksi Beli Lebih Kuat, IHSG Bergerak Positif

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Pada awal perdagangan Rabu (20/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,25% atau 12,76 poin ke level 5.185,59.? Sembilan sektor utama bergerak positif dimana sektor consumer memimpin penguatan dengan naik 1,48% disusul manufaktur yang naik 1,17%.Tercatat 84 saham naik, 25 tertekan, dan 58 tetap.

Adapun transaksi bersih asing mencapai Rp 15,40 miliar dengan aksi jual asing Rp 48,55 miliar berbanding aksi beli asing Rp 63,96 miliar. Sementara itu saham-saham yang menguat adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang naik 1,5299%; PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) meningkat 2,0262%; PT Surya Toto Tbk (TOTO); Sampoerna (HMSP) yang naik 4,0431% dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI). Sedangkan saham yang terpukul ialah ITMG, CPIN, UNIC, OASA, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Bursa domestik pada perdagangan hari ini diperkirakan secara teknikal akan cenderung menguji area resisten di 5.200. Meski demikian, penguatan yang bergerak contrarian terhadap keadaan global membuat IHSG rawan akan aksi profit taking pada perdagangan hari ini.? Laju IHSG pun sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia yang juga variatif cenderung konsilidasi.

Terbatasnya sentimen dari domestik serta rupiah yang cenderung bergerak sideways pada perdagangan kemarin membuat IHSG rentan akan ketergantungan terhadap keadaan global pada hari ini.?? Pasar Asia dibuka mayoritas lebih rendah pada Rabu (20/7), menyusul penutupan perdagangan bursa Amerika Serikat yang berakhir mixed, karena aksi investor yang mencerna laba kuartal kedua.

Berdasarkan data ?CNBC, Rabu (20/7) ini, indeks Jepang Nikkei 225 turun 0,85%, setelah menyelesaikan sesi Selasa dimana selama enam minggu mengalami kenaikan. Melintasi Selat Korea, Kospi turun 0,54%. Australia ASX 200 diperdagangkan flat di 5,452.80, dimana sub-indeks utama turun 1,48%. Penambang memilih fokus pada indeks yang lebih luas usai mereka merilis laporan produksi.

Sebagai informasi, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2016 tercatat sebesar USD314,3 miliar atau melambat 3,7% (yoy). Berdasarkan jangka waktu asal, utang luar negeri berjangka panjang menyusut, dan utang luar negeri berjangka pendek masih mengalami penurunan.?Berdasarkan kelompok peminjam, utang luar negeri sektor publik tumbuh melambat, sedangkan utang luar negeri sektor swasta masih mengalami penurunan.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?http://financeroll.co.id