Aksi Beli Oportunis Mengatrol Harga Minyak

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak naik lebih dari satu persen pada perdagangan sesi Asia hari Senin ini (7/November) dibanding harga penutupannya hari Jumat lalu. Penyebabnya disinyalir adalah aksi beli oportunistik setelah harga minyak merosot tajam minggu lalu hingga mencapai level terendahnya sejak awal Agustus. Namun, kondisi fundamental dinilai masih lemah.

Aksi Beli Oportunis Mengatrol Harga Minyak

Harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $46.34 saat berita ini diturunkan, sedangkan WTI menjangkau $44.80 per barel, di tengah aksi beli kini.

Sepanjang pekan lalu, harga minyak merosot paling tajam sejak bulan Januari. Brent sempat ambruk hingga $45.08 (harga terendah sejak 11 Agustus) dan WTI melorot sampai $43.37 (terendah sejak 20 September).

Keraguan akan tercapainya pemangkasan produksi yang cukup bermakna bagi stabilisasi pasar minyak kian menguat, sehubungan dengan absensi kesediaan masing-masing negara untuk menyusutkan output mereka secara sukarela. Dalam sebuah catatan untuk klien, Bank multinasional Barclays menuliskan, “Irak menggenjot produksi sementara Arab Saudi meminta pengecualian. Rusia masih menunggu di pinggiran (melihat perkembangan keadaan) dan tak ada satu pun dari negara non-OPEC yang telah diajak diskusi menyatakan niat untuk memangkas (produksi minyak).”

Sementara itu, ada risiko limpahan surplus minyak berlanjut, karena Arab Saudi mengancam akan meningkatkan produksi lagi bila pertemuan formal OPEC berikutnya tak membuahkan hasil. Dan sekalipun seandainya itu hanyalah ancaman kosong, tetap ada risiko peningkatan ekspor karena permintaan minyak domestik Saudi kian menurun, sehingga perlu dilakukan ekspor untuk mempertahankan laju output saat ini.

Sebagaimana diketahui, OPEC akan mengadakan pertemuan di Wina, Austria, pada 30 November mendatang untuk membahas rencana pembatasan output.

Di sisi lain, Amerika Serikat pun menunjukkan tanda-tanda peningkatan output di masa depan dengan naiknya lagi jumlah sumur pengeboran minyak (oil drilling rigs) sebanyak 9 ke total 450 dalam waktu sepekan yang berakhir pada tanggal 4 November. Itu adalah peningkatan terbesar sejak bulan Februari.

(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT. Rifan financindo berjangka pekanbaru

Sumber : seputarforex