Berkenalan dengan Pengamen Jalanan yang Mainkan Musik Victory dengan Keren

Berkenalan dengan Pengamen Jalanan yang Mainkan Musik Victory dengan Keren

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA?– Baru-baru ini jagat dunia maya ramai memperbincangkan aksi keren sekelompok pengamen asal Kota Bandung. Meski video yang terekam sudah beredar di Youtube sejak 2014 silam, namun respons positif dari netizen masih berdatangan setelah dibagikan kembali di Facebook.

Penasaran dengan kondisi mereka sekarang? Yuk kita melihat kondisi mereka dan mengenal lebih dekat empat orang pengamen yang biasa mangkal di seputaran Dago dan Jalan Merdeka Kota Bandung.

Detikcom berkesempatan berkenalan dengan Arizona (25), Zulki Bilal (22), Satia Tibi (17) dan Dedi Saputra (15). Pertemuan hangat dengan Platgo (Planet Dago) itu berlangsung di tempat biasa mereka kumpul di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya samping Hotel 101.

“Nama kelompok kami Platgo. Dulu waktu awal-awal ngamen di sana (Planet Dago), jadi itu sejarah nama Platgo,” kata Ari memulai perbincangan pada Kamis (12/8/2016).

Dua tahun sudah video kepiawaian mereka bermain musik beredar. Platgo tak pernah menyangka instrumen musik yang mereka bawakan begitu dikagumi pengguna media sosial.

“Enggak nyangka masyarakat (netizen) suka. Gara-gara ada yang iseng masukin video kita ke YouTube,” ucap Ari yang juga bermain gitar di Platgo.

Instrumen musik yang dimainkan Platgo tak kalah indah dengan orkestra profesional. Namun, siapa sangka bakat tersebut alami alias belajar secara otodidak. Profesi mereka sebagai pengamen menuntut mereka untuk bisa bermain alat musik.

Meski sudah saling mengenal sejak tahun 2010 silam, namun Platgo terbentuk baru tahun 2014 lalu. Sejak saat itu pula kebersamaan mereka melakat hingga saat ini. Tak dipungkiri kolaborasi mereka meningkatkan pundi-pundi rupiah yang didapat.

“Kalau kita ngamen berempat dalam sehari bisa dapat Rp 500 ribu, tergantung ramai atau enggaknya. Biasanya kalau sama Platgo mah ngamennya di cafe atau rumah makan,” jelas Ari.

Menurut Bilal, pengunjung setiap cafe atau rumah makan yang mereka singgahi di kawasan Dago, selama ini tidak pernah risih dengan kehadiran mereka. Bahkan, pengunjung kerap pesan lagu untuk dibawakan Platgo.

“Kita mah kalau ngamen enggak pernah maksa, kita terima seikhlasnya. Kita pengen pengamen jangan dipandang sebelah mata, kami murni cari uang dengan bermain musik,” kata pemain biola ini.

Bagi mereka musik sudah menjadi hobi sekaligus modal keempatnya untuk mengais rezeki. Ketidakberuntungan ekonomi yang mereka rasakan, membuat keempatnya harus turun ke jalan sejak usia dini.

Misalnya Tibi (pemain Djimbe) dan Dedi (pemain Biola). Keduanya terpaksa putus sekolah lantaran tidak memiliki biaya. Sehingga keduanya harus mencari uang untuk makan atau sekedar jajan.

“Tibi terakhir kelas 1 SMK Merdeka, kalau Dedi cuma sampai SD kelas 2 Nuginasari. Kalau ada biaya pengen ngelanjutin sekolah lagi,” jawab keduanya.(mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber : Detik.com