Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Rifan Financindo Berjangka ? Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang hari ini bergerak di zona hijau di tengah pelemahan bursa saham Asia. IHSG naik 42 poin.? Mengakhiri perdagangan Rabu (1/6/2016), IHSG ditutup bertambah 42,799 poin (0,89%) ke 4.839,668. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 9,414 poin (1,15%) ke 829.428.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup menguat 46,067 poin (0,96%) ke 4.842,936. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 9,735 poin (1,19%) ke 829.749.? Sebanyak 176 saham naik, 124 saham turun, dan 91 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 202.440 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 3,683 miliar saham senilai Rp 4,472 triliun. Dana asing masuk tercatat Rp 33,756 miliar.

Tercatat, seluruh sektor menguat. Sektor consumer goods mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,44%. Disusul sektor manufaktur naik sebesar 1,30% dan sektor aneka industri sebesar 1,23%.? Pada perdagangan preopening, IHSG bergerak menguat 4,984 poin (0,10%) ke 4.801,853. Sementara indeks LQ45 bergerak naik 1,231 poin (0,15%) ke 821.245.

Mengawali ?perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 8,844 poin (0,18%) ke 4.805,713. Sementara indeks LQ45 dibuka menguat 0,861 poin (0,10%) ke 821.002.

Sejumlah saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HMSP naik 3.000 poin (3,16%) ke Rp 98.000, BRAM naik 1.125 poin (20,00%) ke Rp 6.750, UNVR naik 450 poin (,04%) ke Rp 43.550, AALI naik 275 poin (1,94%) ke Rp 14.425.? Adapun ?saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya LPIN turun 400 poin (8,16%) ke Rp 4.500, SONA turun 390 poin (10,00%) ke Rp 3.510, TCID turun 350 poin (2,40%) ke Rp 14.250, dan ASRM turun 300 poin (7,89%) ke Rp 3.500.

Di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS sore ini bergerak di Rp 13.633 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.651.

Adapun? kondisi bursa saham Asia sore ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 turun 279,25 poin (1,62%) ke 16.955,73, Indeks Hang Seng turun 8,68 poin (0,04%) ke 20.806,41, Indeks SSE Composite turun 3,11 poin (0,11%) ke 2.913,51, dan Indeks Straits Times turun 0,52 poin (0,02%) ke 2.790,54.

Sejumlah pihak menyampaikan, paket kebijakan ekonomi I hingga XII yang telah diluncurkan pemerintah baru sebatas debirokratisasi perizinan investasi, belum menyentuh stimulus fiskal. Padahal, yang dibutuhkan dunia usaha saat ini adalah stimulus fiskal untuk mengurangi beban ekonomi biaya tinggi (high cost economy) agar mereka mampu bertahan dan berekspansi di tengah perlambatan ekonomi.

Penyebab lain belum efektifnya deregulasi ekonomi I-XII adalah tidak adanya aturan turunan bagi gubernur, bupati, dan walikota, sehingga tumpang-tindih peraturan dan buruknya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemda masih terjadi. Bahkan, debirokratisasi perizinan investasi itu pun belum seluruhnya berjalan. Buktinya, masih banyak birokrat di pusat dan daerah yang berperilaku sebagai ?predator?, bukan fasilitator bagi dunia bisnis.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/bertahan-di-jalur-hijau-ihsg-ditutup-menguat-15/