Cerita Mencekam Menteri PUPR‎ Bermalam di Wilayah Konflik

http://cdn0-a.production.images.static6.com/T8SmkYAIr74TKl6EADsZdKdzA0M=/640x355/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1098876/original/089485100_1451551796-20151231-Kunjungan-Jokowi-ke-Papua-Rumgapres6.jpg

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku terus meninjau ke lapangan untuk memastikan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia berjalan lancar.

Tak hanya di wilayah Jawa, Basuki mengakui pembangunan di wilayah Papua juga menjadi perhatian pemerintah. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden joko Widodo (Jokowi) yang ingin pembangunan wilayah mulai dari pinggiran.

Namun, dari beberapa kunjungan yang ia lakukan di Papua, ‎ada satu cerita menarik saat dirinya berkunjung ke satu lokasi di kawasan Puncak Jaya. Kawasan itu dalam pemetaan Kementerian PUPR merupakan zona merah.

Zona merah yang dimaksudkan Basuki adalah kawasan yang rawan tidak hanya dari aspek geografi, melainkan juga dari aspek sosial masyarakat. Di wilayah itu diketahui sering terjadi konflik masyarakat dan aksi penembakan.

“Saya pernah menginap di salah satu rumah bupati di sana. Saya kaget, satu rumah itu sampai di dapur-dapurnya kok banyak polisi yang tidur di situ, saya bingung,” kata Basuki saat bercerita di Kantor Kepala Staf Presiden, Kamis (27/10/2016).

‎Setelah bertanya kepada beberapa orang, Basuki mengaku memang hal itu selalu dilakukan kalau ada pejabat negara yang berkunjung ke wilayah konflik tersebut. Ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pejabat tersebut.

Tak hanya polisi, beberapa aparat dari TNI-AD juga terus bersiaga di tempat ‎menginap Basuki tersebut. “Jadi tidak hanya yang masak yang ada di dapur, tapi polisi juga, karena saat itu saya juga tidak ngerti,” kata dia.

Dikatakan Basuki, hal-hal semacam inilah yang menjadi tantangan Kementerian PUPR untuk membangun infrastruktur di wilayah Papua. Untuk itu, dalam pelaksanaannya, Basuki mengaku sudah bekerja sama dengan aparat setempat, terutama TNI-AD.

Namun demikian, diakui Basuki masih ada beberapa kejadian pegawai konstruksi jalan di Papua tertembak oleh oknum-oknum yang tidak diketahui. “Memang pekerja kami itu terkadang lupa, karena sudah terlalu terbiasa, jadi lupa lapor untuk pengawalan,” Kata Basuki Hadimuljono. (Yas/Gdn)

 

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 

ithutp