RIFANFINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU | Comdoll Tersandung Prospek Kenaikan Suku Bunga AS

RIFANFINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU – Dolar Komoditas (Commodity Dollar/Comdoll) anjlok di akhir perdagangan sesi Amerika hari Rabu, dan masih tertekan terhadap Dolar AS pada awal sesi Asia hari Kamis pagi ini (22/Februari). Pasangan mata uang AUD/USD tumbang nyaris 1 persen pada hari Rabu, dan hingga kini masih tertekan di kisaran 0.7797. NZD/USD terpuruk di kisaran terendah sepekan pada 0.7310; sementara USD/CAD bertahan di sekitar 1.2695, level tertingginya sejak akhir Desember 2017. Penguatan prospek kenaikan suku bunga AS menjadi penggerak utama pasar saat ini.

Dolar Komoditas

Trio Dolar Komoditas sebenarnya sudah tertekan sejak beberapa hari terakhir. Namun, rilis notulen rapat kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) tadi malam memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Maret mendatang, sehingga makin mendorong apresiasi Dolar AS. Di sisi lain, harga-harga komoditas yang diperdagangkan dengan Dolar AS di pasar komoditi berjangka internasional justru melemah, termasuk Emas dan Minyak.

Harga Komoditas Berjangka Utama 22 Februari 2018

“Kesimpulan kami adalah bahwa notulen merefleksikan kejadian sebelum lonjakan pendapatan per-jam yang tercantum dalam laporan ketenagakerjaan (AS) bulan Januari, serta sebelum legislasi anggaran tambahan disahkan oleh Parlemen AS pada awal Februari,” kata Rodrigo Catril, pakar strategi forex di National Australia Bank, sebagaimana dilansir Business Insider Australia. Oleh karenanya, ia menilai, “Ini mengindikasikan bahwa ada peluang bagus pola pikir FOMC saat ini sudah berevolusi ke arah yang lebih hawkish (condong pada kenaikan suku bunga lebih cepat).”

Penguatan prospek kenaikan suku bunga AS mendongkrak minat pasar pada aset berisiko rendah seperti Obligasi, serta menjatuhkan kembali pasar ekuitas ke dalam ketidakpastian. Sementara Obligasi AS 10-tahunan naik ke rekor tinggi baru pada 2.95%, Dow Jones Index justru merosot 167 poin pada akhir sesi Amerika hari Rabu.

Perubahan minat risiko terefleksikan pula dengan pelepasan Dolar Komoditas yang umumnya dikategorikan sebagai aset berisiko tinggi. Tanpa adanya jadwal rilis apapun dari Asia dan Australia, pergerakan AUD dan NZD kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh sentimen dan faktor teknikal hingga akhir pekan. Sedangkan Loonie masih menantikan rilis data Penjualan Ritel dan Inflasi Kanada pada Kamis dan Jumat esok. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex