CPI Zona Euro Dukung Bull EUR/USD

PEKANBARU РDolar AS mengalami masa awal tahun yang terburuk sejak tahun 2008 di hari Selasa (31/Jan) ini. Perhatian pasar belum beralih dari kebijakan-kebijakan kontroversial Donald Trump yang diprediksi bisa berdampak pada meningginya inflasi.

euro-dolar

Memasuki sesi perdagangan Eropa sore ini, USD/JPY tenggelam 0.2 persen, menyusul penurunan 1 persen setelah Donald Trump memberlakukan larangan masuk bagi warga negera berpenduduk mayoritas Muslim yang rata-rata merupakan negara di Timur Tengah. Selain karena fungsinya sebagai dsafe haven, kondisi Yen juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter BoJ yang tidak diubah bulan ini.

Sementara itu, EUR/USD nampak mendaki setelah data ekonomi dan inflasi Prancis dan Spanyol dilaporkan mengalami penguatan lebih besar daripada ekspektasi. Pair tersebut diperdagangkan pada angka 1.0711 sore ini.

CPI Prancis Dan Spanyol Mengejutkan

“Kita melihat kenaikan CPI yang mengejutkan di Prancis dan Spaanyol. Dari sini, kita memiliki data inflasi Eropa yang lebih positif. Yield obligasi pemerintah Jerman juga naik dan turut menarik Euro ke atas,” kata Richard Cochinos, head of European G10 FX Strategy di Citi. “Kita mengalami akhir bulan yang menciptakan arus yang cukup deras bagi Dolar. Tim kami pun telah merilis catatan yang menuliskan bahwa arus Dolar akan negatif.” tambahnya.

Menyusul laporan tersebut, inflasi Zona Euro dilaporkan naik sebanyak 1.8 persen, sedangkan GDP Zona Euro naik 0.5 persen dalam basis tahunan.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex