Dana Asing Keluar, Pasar Uang Domestik Melemah

Rifan Financindo Berjangka?– Pada perdagangan Selasa (16/12) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ?bergerak melemah sebesar sembilan poin menjadi Rp 12.722 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.713 per dolar AS.? Sentimen eksternal menjadi faktor utama bagi pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS seiring dengan data ekonomi di Amerika Serikat yang cenderung positif sehingga pelaku pasar uang mengekspektasikan suku bunga AS (Fed rate) dapat naik lebih cepat dari perkiraan.? Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas ?82 poin seiring aksi jual bersih senilai Rp 1 triliun. Namun koreksi IHSG termasuk yang paling landai di antara bursa regional.? Seluruh sektor saham terkena tekanan jual.

Pelaku pasar sebelumnya memperkirakan Fed rate akan naik pada pertengahan tahun 2015, namun itu bisa lebih cepat jika perbaikan ekonomi di AS berkelanjutan. Kalau suku bunga di sana naik, berarti akan membuka peluang imbal hasil yang lebih besar di AS.

Meski demikian, lanjut dia, Bank Indonesia masih menjaga fluktuasi mata uang rupiah dalam kisaran yang tidak terlalu lebar, mengingat cadangan devisa Indonesia yang cukup besar dan masih dapat untuk mengendalikan moneter. Tercatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir November 2014 mencapai USD ?111,14 miliar.

Tekanan rupiah cenderung tertahan menjelang sore seiring dengan intervensi oleh Bank Indonesia di pasar uang domestik.? ?Pelemahan rupiah juga seiring dengan mata uang lainnya, hal itu dikarenakan sentimen utamanya datang dari AS terkait ekspektasi kenaikan suku bunga AS (Fed rate).? Demikian juga pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.900 dibandingkan hari sebelumnya.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG terjun 94 poin (1,85%) ke level 5.013,934 jatuh semakin dalam akibat maraknya aksi jual. Indeks nyaris turun lagi ke level 4.900.? Aksi beli masih terjadi di saham-saham perkebunan dan aneka industri, tapi tak mampu bawa IHSG positif. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau.? Pada akhir perdagangan ?IHSG amblas 82,404 poin (1,61%) ke level 5.026,028. Sementara Indeks LQ45 jatuh 17,049 poin (1,94%) ke level 862,083.? Posisi terendah yang sempat disinggahi Indeks hari ini ada di level 5.005. Dana asing pun mengalir keluar dari lantai bursa.? Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,245 triliun di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 347.762 kali dengan volume 8,345 miliar lembar saham senilai Rp 7,502 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 262 turun, dan 56 saham stagnan.? Bursa-bursa di Asia berjatuhan gara-gara sentimen penguatan dolar AS, rata-rata pelemahannya cukup dalam hingga lebih dari dua persen. Bursa saham Tiongkok satu-satunya yang menguat berkat rencana pemberian stimulus oleh pemerintah setempat.

Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:? Indeks Nikkei 225 terjun 344,08 poin (2,01%) ke level 16.755,32, Indeks Hang Seng anjlok 357,35 poin (1,55%) ke level 22.670,50, Indeks Komposit Shanghai melonjak 68,10 poin (2,31%) ke level 3.021,52, dan ndeks Straits Times amblas 76,26 poin (2,32%) ke level 3.217,88.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/dana-asing-keluar-pasar-uang-domestik-melemah-2/