PT RIFAN FINANCINDO | Data Penjualan Ritel Australia Mengecewakan, AUD/USD Turun

PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Dolar Australia jatuh dan sedang berjuang untuk bangkit, karena data Penjualan Ritel Australia yang dirilis pagi tadi hasilnya jauh di bawah ekspektasi. AUD/USD diperdagangkan pada harga 0.7498, dari 0.7521 yang tercapai sebelum Retail Sales dirilis. Namun saat berita ini ditulis, AUD/USD di timeframe H1 sudah menunjukkan kenaikan ke posisi 0.7511. Pergerakan tersebut terjadi dalam nuansa data perdagangan China yang menunjukkan hasil menggembirakan.

aud

ABS melaporkan, pertumbuhan Penjualan Ritel Australia melambat menjadi 0.2 persen di kuartal pertama tahun ini, dibandingkan dengan peningkatan 0.8 persen di kuartal sebelumnya. Sementara jika dibandingkan dengan data bulan Februari yang tumbuh 0.6 persen, Penjualan Ritel di bulan Maret terpantau flat. Padahal ekspektasinya, pertumbuhan Retail Sales secara MoM mencapai 0.3 persen.

Secara terperinci, penurunan Penjualan Ritel kali ini disebabkan oleh lemahnya penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga (-0.3 persen) dan di Departemen Store tergelincir (-0.5 persen). Meski demikian, Penjualan Ritel makanan mengalami kenaikan 0.7 persen.

Secara Umum, Aussie Masih Di Level Rendah

Setelah laporan data tersebut, Dolar Australia menurun. Secara umum, mata uang yang juga disebut dengan Aussie tersebut memang masih terperosok. Penyebab utamanya masih gara-gara penguatan Dolar AS, sehubungan dengan rencana lanjutan kenaikan suku bunga The Fed. Sebaliknya, Bank Sentral Australia (RBA) masih belum menunjukkan sinyal untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Divergensi kebijakan moneter inilah yang mempertajam pelemahan Dolar Australia terhadap Dolar AS.

Menurut DailyFx, perekonomian Australia sebetulnya tak buruk, walaupun inflasinya masih cukup rendah. AUD/USD jelas kembali ke Channel Downtrend. Low yang terbentuk pada bulan Desember masih menyediakan support, tetapi sulit untuk melihat penguatan Dolar Australia selama pasar masih heboh memburu Dolar AS.

Neraca Perdagangan China Masih Surplus

Sementara itu, data perdagangan China, negara partner perdagangan utama bagi Australia, dilaporkan surplus sebanyak $28.8 miliar di bulan April. Ekspor China naik 12.9 persen, sementara impornya naik 21.5 persen. Kedua sektor tersebut mengalami kenaikan di atas ekspektasi. Dari data tersebut dapat ditarik simpulan bahwa perdagangan China masih berekspansi besar-besaran, walaupun ada kebijakan perdagangan dari Amerika Serikat yang merugikan China.