PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Defisit Perdagangan AS Melonjak Ke Rekor High 9 Tahun

PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Defisit Perdagangan AS dilaporkan melebar di bulan Januari, hingga mencapai level tertinggi dalam kurun waktu lebih dari sembilan tahun. Pelebaran defisit tersebut disebabkan oleh meningkatnya nilai impor dari China. Hal ini menjadi indikasi awal kebijakan “First America” Donald Trump yang tidak mampu memangkas defisit neraca perdagangan AS.

Defisit Perdagangan AS Melonjak Capai

Departemen Perdagangan pada hari Rabu (7 Maret) melaporkan bahwa defisit Trade Balance AS bulan Januari melonjak sebesar 5 persen menjadi -56.6 miliar Dolar, level tertinggi sejak Oktober 2008. Peningkatan signifikan defisit perdagangan AS bulan Januari itu juga diikuti oleh revisi untuk data bulan Desember, yang defisitnya tercatat sedikit bertambah dari -53.18 miliar Dolar ke -53.9 miliar Dolar. Hasil negatif ini berpotensi mempengaruhi pertumbuhan GDP AS kuartal pertama 2018, kecuali bila defisit dapat berkurang di bulan Februari dan Maret.

Rincian laporan Trade Balance AS bulan Januari menunjukan nilai ekspor turun 1.3 persen menjadi 200.9 milyar Dolar, di tengah terjadinya penurunan pengiriman pesawat sipil dan minyak mentah dari AS. Ekspor ke China anjlok 28.1 persen, walaupun ada peningkatan dari ekspor kendaraan bermotor, mesin, dan suku cadang ke level tertinggi sejak Juli 2014.

Sementara itu, volume impor secara keseluruhan sebenarnya tidak mengalami perubahan signifikan di bulan Januari (senilai 257.5 miliar), meski terjadi penurunan impor ponsel dan minyak mentah. Namun demikian, impor dari China mengalami peningkatan sebesar 2.9 persen pada bulan Januari lalu. Defisit perdagangan AS dengan China melonjak 16.7 persen senilai 36 miliar Dolar, level tertinggi sejak September 2015. Di catatan terpisah, defisit perdagangan AS dengan Kanada juga dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, menembus level tertinggi tiga tahun.

Trump Tuding Partner Dagang AS

Dalam kurun 12 bulan terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, defisit neraca perdagangan AS terus mengalami peningkatan. Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa AS telah banyak dirugikan oleh partner dagangnya, sehingga perlu menaikkan bea impor. Sebagai tindak lanjut dari penilaian tersebut, Trump baru-baru ini berencana memberlakukan kenaikan bea impor untuk produk logam dari China dan negara partner dagang lainnya. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex