PT Rifan Financindo Pekanbaru | Ditekan Penguatan Dolar AS, Cuan Emas Terpangkas

PT Rifan Financindo Pekanbaru – Dalam kerangka waktu kuartalan, harga Emas mengalami kenaikan sepanjang kuartal III/2017 ini. Akan tetapi, harga Emas bergerak melandai pada hari Jumat lalu -sehingga tercatat menurun dalam basis mingguan dan bulanan-, lantaran pelaku pasar memandang serius kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Hingga sesi perdagangan Senin pagi ini (2/Oktober) pun, logam mulia masih tertekan.

Harga Emas Ditekan Penguatan Dolar AS

Naik 3.6% Sepanjang Kuartal Tiga

Harga Emas untuk pengiriman bulan Desember di COMEX New York Mercantile Exchange telah naik 3.6% sepanjang kuartal III/2017, tetapi pagi ini terpantau -4.95 poin, atau -0.39%, ke kisaran 1,275 per troy ons. Harga Perak untuk pengiriman bulan Desember juga naik 1% dalam satu kuartal lalu, tetapi kini -4.5 poin, atau -0.27%, ke kisaran 16,60 per troy ons.

Harga Emas Antam dijual dengan harga Rp606,000 per gram di LM Jakarta Pulogadung, turun dari Rp607,000 di akhir pekan lalu. Harga buyback belum dirilis saat berita ini ditulis.

Harga Emas Bearish Gegara Ekspektasi Ekonomi AS Prima

“Pergeseran yang lebih hawkish pada ekspektasi kebijakan Fed, data ekonomi yang bagus, dan optimisme mengenai reformasi pajak (AS), telah mendukung argumen akan naik kembalinya inflasi, yang mana ini buruk bagi harga Emas dalam bulan-bulan mendatang,” kata Tyler Richey, co-editor analisa pasar harian Sevens Report, pada MarketWatch.

“Akan tetapi, jika ada katalis apapun, baik itu geopolitik (bayangkan Korea Utara) atau bukan, merubah outlook dari ketiga faktor berpengaruh bearish tersebut, maka emas bisa rebound kembali ke pertengahan $1,300 dengan segera.”

Untuk saat ini, kenaikan kurs Dolar AS dan yield Obligasi Pemerintah AS (US Treasury) diperkirakan akan terus menggerus harga Emas. Yield telah naik signifikan dalam sepekan lalu, sementara Dolar AS menguat versus mata uang-mata uang utama. Padahal, nilai Dolar AS yang lebih tinggi dapat membebani komoditas di pasar internasional, karena harganya menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lain.

Sepanjang sepekan ke depan, pasar finansial China akan tutup sehubungan libur Golden Week yang bertepatan dengan perayaan Mid Autumn Festival. Namun, sejumlah kabar penting dari berbagai kawasan akan terus diamati. Diantaranya komentar dari pimpinan bank sentral AS, Janet Yellen, beserta rilis data ketenagakerjaan AS terbaru, guna memantau probabilitas kenaikan suku bunga. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  PT Rifan Financindo 

Sumber : seputarforex