Dokternya Ditangkap Kasus Penipuan, Kadiskes Siak: Ini Memalukan

Dokternya Ditangkap Kasus Penipuan, Kadiskes Siak: Ini Memalukan

Rifanfinancindo Pekanbaru РDokter Peni Muharsanto (37), PNS di Pemkab Siak, ditangkap polisi terkait dengan dugaan kasus penipuan. Kasus ini dianggap mencoreng nama baik dokter dan pemda setempat.

“Ini sangat memalukan sekali. Saya terkejut mendapat kabar ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pemkab Siak Toni Candra saat dihubungi¬†detikcom, Jumat (7/4/2017).

Toni menjelaskan dokter Peni selama ini bertugas di puskesmas di Kota Perawang di Kecamatan Tualang, Kab Siak. Status dokter Peni sudah berkeluarga.

“Kalau tidak salah, keluarganya ada di Pekanbaru. Saya terkejut dapat kabar jika dia terlibat penipuan uang,” ujar Toni.

Dia berharap kasus dugaan penipuan yang kini ditangani Polsek Sukajadi, Pekanbaru, itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya belum ketemu sama dia, karena saya lagi tugas di Jakarta. Begitu pun saya minta, kiranya masalah ini diselesaikan dengan cepat, segera bayar soal utang-piutang itu,” ucap Toni.

Dokter Peni ditangkap polisi atas aduan pacarnya, EJ (37). Perempuan tersebut melaporkan Peni dengan kasus dugaan penipuan uang Rp 202 juta.

Dokter Peni mengenal EJ sejak 2014. Selama ini mereka berpacaran dan malah dokter Peni berjanji akan menikahi kekasihnya itu. Belakangan, dokter ini meminjam uang Rp 202 juta.

Persoalannya, pada akhir 2016, dokter Peni mulai menghindar jika diajak bertemu. Utangnya juga tak kunjung dibayar. Selama mereka berpacaran, dokter Peni rupanya mengaku sebagai anggota TNI AU berangkat kapten, yang bertugas di RS bernama Guntur Anton Rinali.

Kepada EJ, sang dokter mengaku sudah dipindahtugaskan dari Pekanbaru ke Papua oleh kesatuannya. Setelah kasus penipuan ini dilaporkan, dokter Peni pun ditangkap.

Dari sini baru diketahui Peni adalah dokter berstatus PNS Siak, bukan anggota TNI AU. Dari tangan tersangka, polisi menyita SIM A dan C dengan status pekerjaan anggota TNI. Kini sang dokter ditahan polisi.