RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Dolar AS Stabil Meski Sikap AS Pada China Membingungkan

Rifan Financindo Pekanbaru – Kemarin malam, Dolar AS gagal membentuk penguatan yang sempurna di tengah konflik perdagangan Amerika Serikat dan China. Meskipun demikian, Dolar AS bergerak beragam dan cenderung stabil terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya pada hari Kamis (28/Juni) pagi ini.

donald-trump-dollar

Reuters melaporkan, mayoritas pelaku pasar masih “minggir” dari Dolar AS sehubungan dengan rencana pembatasan investasi AS terhadap perusahaan teknologi yang sebagian besar sahamnya dimiliki China. Akan tetapi, sebagian pelaku pasar lainnya masih berani mengambil Dolar AS, karena masih terbukanya kemungkinan atas lebih banyak kenaikan suku bunga The Fed di sisa tahun ini. Hal itu menjadi penyokong Dolar AS di tengah melorotnya yield obligasi US Treasuries dan saham-saham di Wall Street.

Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor lainnya, stabil di level 95.31, setelah reli sebanyak 0.65 persen di hari sebelumnya.

Indeks Dolar stabil pasca pengumuman Trump

Trump Akan Tingkatkan Kemanan Nasional Ketimbang Batasi Investasi

Greenback melaju setelah Presiden AS Donald Trump tadi malam mengumumkan bahwa ia akan menggunakan proses tinjauan penguatan keamanan nasional, untuk menghalangi akuisisi China atas teknologi-teknologi penting di Amerika. Pendekatan ini dianggap sebagai metode yang lebih lunak ketimbang pembatasan investasi langsung terhadap perusahaan-perusahaan China.

Kendati demikian, kebingungan tak lantas berakhir. Larry Kudlow yang menjabat sebagai penasihat Presiden, justru mengatakan bahwa pernyataan Trump itu bukan merupakan indikasi melunaknya sikap AS terhadap China. Kudlow mengungkapkan hal tersebut dalam wawancaranya dengan Fox Business Network pasca pengumuman Trump.

Reaksi Dolar AS Terhadap Mata Uang-Mata Uang Mayor

Kondisi ketidakpastian semacam ini seharusnya membuat Dolar ditinggalkan dan Yen kebanjiran permintaan. Akan tetapi, pergerakan USD/JPY justru dapat dikatakan sideways sejak awal Juni. Saat berita ini ditulis, USD/JPY menguat dengan diperdagangkan pada posisi 110.297, dari 110.110.

Sementara itu, EUR/USD naik tipis ke posisi 1.1564, meski masih belum jauh dari level rendah 1.550 yang terbentuk di sesi sebelumnya. AUD/USD tampil defensif dan diperdagangkan pada angka 0.7357 di tengah tensi konflik AS-China.

“Dolar AS dapat bertahan menguat walau diterpa penurunan yield obligasi US Treasury dan aksi penghindaran risiko di pasar saham AS. Ini karena flow (ekuitas) tengah semester yang menyebabkan buying-back Dolar,” kata Yukio Ishizuki, analis Daiwa Securities di Tokyo. Ishizuki menambahkan, kabar-kabar mengenai kebijakan perdagangan akan terus menjadi penggerak utama Dolar AS. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo
Sumber : seputarforex