Dolar Awali Pekan Di Level Tinggi, Abaikan NFP AS

PT Rifan Financindo Pekanbaru – Dolar AS unggul terhadap mata uang-mata uang mayor, dan sempat menyundul level tertinggi delapan bulan terhadap Yen Jepang di sesi perdagangan Senin (06/November) awal pekan ini. Pemicunya adalah divergensi kebijakan moneter bank sentral AS dan bank sentral Jepang yang kian renggang, menyusul notulen kebijakan BoJ yang dirilis pagi tadi.

dolar-as

Sempat menyentuh level tinggi 114.50 yen, Dolar AS memangkas perolehannya sehingga USD/JPY diperdagangkan pada kisaran 114.5 yen setelahnya. Dalam notulen rapat BoJ yang telah digelar pada tanggal 20-21 September disebutkan bahwa Jepang masih membutuhkan kebijakan Yield Curve Control dan moneter longgar untuk menggenjot inflasi. Sebaliknya, The Fed justru diperkirakan luas akan menaikkan suku bunga untuk ketigakalinya di akhir tahun.

Dengan latar belakang demikian, menurut analis Peter Dragicevich dari Nomura Singapura, sebagian pelaku pasar fokus bahwa USD/JPY punya peluang untuk menyentuh level 115.0. “Jika kita bisa menyentuh level tersebut, maka saya kira itu akan membuka pintu untuk (USD/JPY) naik lebih tinggi lagi,” kata Dragicevich.

Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang mayor lainnya, menduduki level 94..919, mendekati level tinggi 95.150, tertinggi sejak tanggal 200 Juli.

Abaikan NFP AS Yang Di Bawah Ekspektasi
Dolar AS cukup tangguh walaupun angka Non Farm Payroll (NFP) AS untuk bulan Oktober, yang dilaporkan di akhir pekan kemarin, berada di bawah ekspektasi. Pertumbuhan gaji pun tercatat melambat. Namun, para analis optimis bahwa gaji pegawai di AS akan naik, dan pasar tidak mengubah ekspektasi mereka mengenai kenaikan suku bunga The Fed bulan depan.

Menurut analis Shinichiro Kadota dari Barclays, data-data AS kemarin masih berada dalam rentang yang wajar, mengingat data tersebut merupakan data pasca terjangan badai di AS. Oleh karena itulah, Dolar AS tetap tangguh setelahnya.

EUR/USD menurun ke angka 1.1608 dari sebelumnya di level 1.1616. Dalam jangka pendek, analis memperkirakan bahwa para partisipan pasar akan mengawasi progres reformasi pajak AS dan hasil kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Asia.( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : PT Rifan financindo
Sumber : seputarforex