Dolar Dapat Lampu Hijau, Harga Emas Ambruk

Rifanfinancindo Pekanbaru – Harga emas terpuruk di level terendah dua pekan pada awal sesi perdagangan Asia hari Senin pagi ini (23/Oktober), seiring dengan penguatan Dolar AS dan lesunya permintaan emas di India pada perayaan Diwali tahun ini. Gold Spot XAU/USD terpantau -0.34% ke 1276.02 per troy ons. Harga Emas Antam pun selip dari Rp627,598 pada hari Jumat ke Rp 623.562 per gram, dengan buyback dipatok turun dari Rp558,000 ke Rp555,000 per gram.

Dolar Dapat Lampu Hijau Harga Emas Ambruk

 

Penjualan Diwali Lebih Sepi

Penjualan emas di India, negara konsumen emas terbesar kedua dunia setelah China, tercatat menurun pada musim ini. Nitin Khandelwal, Pimpinan All Indian Gems & Jewellery Trade Federation, mengatakan bahwa para pengecer melaporkan penurunan 30% penjualan perhiasan dibanding perayaan Diwali biasanya, dan secara umum, permintaan nasional menurun sekitar 15%. Aturan Anti Money Laundering yang menjerat permintaan emas fisik India telah dicabut, tetapi agaknya para konsumen masih mawas sehubungan dengan makin ketatnya pengawasan pemerintah atas toko-toko emas.

 

Indeks Dolar AS Dekati Level Tinggi Sepekan

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang adidaya ini terhadap sejumlah mata uang mayor lainnya, meroket pada hari Jumat dan menguat lagi 0.1% pagi ini ke 93.780, mendekati level tertinggi sepekan. Berbagai faktor mendukung penguatan Dolar AS kali ini.

Pada hari Jumat, Loretta Mester, Presiden FED Cleveland, mengatakan bahwa ia cukup setuju dengan pendekatan kenaikan suku bunga bertahap yang ditempuh Federal Reserve, meski secara pribadi menilai kenaikan yang lebih cepat akan lebih baik. Mester tidak termasuk anggota dengan hak suara dalam rapat kebijakan moneter bank sentral AS tahun ini, tetapi ia akan masuk sebagai voting member pada FOMC 2018.

Pada hari Minggu, para pejabat tinggi White House dan Senat AS menyatakan bahwa mereka mengekspektasikan paket reformasi pajak yang diinginkan Presiden Donald Trump akan final pada akhir tahun ini. Sebelumnya, proposal Anggaran 2018 telah disetujui oleh Senat AS, sehingga membuka optimisme pasar kalau program-program ekonomi Trump, termasuk reformasi pajak, akhirnya akan segera terlaksana.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  ​ Rifanfinancindo 
Sumber : seputarforex