Dolar Diminati, Pasar Uang Domestik Melambat

Rifan Financindo Berjangka –?Pada perdagangan Senin (8/12) nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta melemah karena sebagian besar pelaku pasar membeli dolar. ?Kurs Rupiah ditransaksikan pada 12.355 per Dolar AS, melemah 60 poin dari posisi sebelumnya 12.295 per Dolar AS.? Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 43 poin terkena aksi ambil untung. Indeks memang sudah naik tinggi sepanjang perdagangan pekan lalu. Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 9,896 poin (0,19%) ke level 5.197,890. Positifnya bursa global memberi dorongan.

Data tenaga kerja Amerika Serikat yang meningkat mendorong pelaku pasar uang membeli dolar AS. ?Data?non-farm payroll?AS bertambah menjadi sekitar 321.000 di November tahun ini.? Kondisi itu membuat investor lebih yakin dengan tangguhnya perekonomian AS. Apabila tren dolar AS berlanjut, maka peluang bagi mata uang rupiah bergerak terkoreksi cukup terbuka.? Berlanjutnya perbaikan sektor tenaga kerja Amerika Serikat itu dapat mendorong bank sentral AS (Federal Reserve) untuk mulai menaikan suku bunga di pertengahan 2015.

Data neraca perdagangan Tiongkok yang dirilis juga membuat investor khawatir terhadap ekonomi ?di sana. Meskipun surplus, namun kinerja ekspor dan impor turun.? Kinerja ekspor dan impor neraca perdagangan Tiongkok yang menurun dapat mengganggu outlook ekspor Indonesia ke depan.? Cadangan devisa Indonesia yang turun menjadi 111,14 miliar dolar AS per akhir November 2014 dari 111,97 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya menjadi salah satu sentimen negatif bagi kurs rupiah.? Penurunan ini dipicu oleh pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi Bank Indonesia (BI) ?untuk mencegah pelemahan rupiah lebih dalam.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (8/12) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.352 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp ?12.296 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks tak bertahan lama di zona hijau. Setelah sampai di titik tertingginya di 5.207, Indeks langsung terkena aksi ambil untung.? Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG anjlok 41,482 poin (0,80%) ke level 5.146,512. Indeks jatuh lagi ke zona merah akibat aksi ambil untung. Indeks hanya singgah sebentar di level 5.200.

Sejumlah ?saham unggulan jadi sasaran aksi ambil untung. Saham-saham ini memang sudah naik tinggi sejak perdagangan pekan lalu.? Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (8/12), IHSG terpangkas 43,980 poin (0,85%) ke level 5.144,014. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 9,499 poin (1,06%) ke level 884,278.

Indeks terus meluncur sampai ke titik terendahnya hari ini di 5.124. Sudah masuk zona merah, IHSG kesulitan balik arah.? Aksi jual juga dilakukan investor asing. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 391,63 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 224.400 kali dengan volume 7,118 miliar lembar saham senilai Rp 5,237 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 226 turun, dan 74 saham stagnan.? Bursa-bursa regional siang ini masih bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Hanya pasar saham Singapura yang melemah tipis.

Situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:? Indeks Nikkei 225 naik 15,19 poin (0,08%) ke level 17.935,64, Indeks Hang Seng menguat 45,03 poin (0,19%) ke level 24.047,67, Indeks Komposit Shanghai melonjak 82,61 poin (2,81%) ke level 3.020,26, dan? Indeks Straits Times melemah 18,25 poin (0,55%) ke level 3.306,14.

Sumber 😕http://financeroll.co.id/news/dolar-diminati-pasar-uang-domestik-melambat/