RIFANFINANCINDO | Dolar Kanada Di Level Tertinggi Dua Bulan Jelang Rapat BoC

Rifanfinancindo Pekanbaru – Dolar Kanada menguat ke level tertinggi dua bulan terhadap Dolar AS kemarin, meskipun nampak agak melandai pada perdagangan sesi Asia hari Rabu ini (18/April), menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) nanti malam. Penguatan Loonie berhubungan dengan dinamika harga minyak, kenaikan musiman di pasar saham, serta perbaikan data ekonomi domestik yang memperkuat optimisme pasar.

Dolar Kanada

Dolar Kanada Terpengaruh Penguatan Musiman

Pasangan mata uang USD/CAD ditutup pada 1.25494 pada hari Selasa, level terendah dalam dua bulan terakhir. Saat berita ditulis, pergerakannya nampak berbalik tipis dengan mencatatkan kenaikan 0.15% ke 1.2568, tetapi masih diwarnai optimisme pasar.

Penguatan Loonie pada bulan April memiliki jejak historis, karena merupakan yang kedelapan kalinya dalam 10 tahun terakhir. Menurut analis, ini berkaitan dengan penguatan musiman pada harga saham dan komoditas energi yang kemudian berdampak positif bagi Dolar Kanada.

Indeks-indeks saham global menanjak sehubungan dengan diumumkannya laporan pendapatan korporasi AS. Peningkatan pendapatan korporasi mensinyalkan optimisme outlook ekonomi global, sekaligus menjadi sinyal bullish bagi Dolar Komoditas.


Mark McCormick dari TD Securities mengatakan pada Reuters bahwa secara historis, Dolar Kanada memiliki korelasi sangat bagus dengan Indeks S&P 500 dan indikator minat risiko lainnya. Senada dengannya, George Davis, pimpinan pakar strategi teknikal di RBC Capital Markets, menyampaikan, “Saya kira dinamika (pasar) itu penting. Harga-harga komoditas pada umumnya dan minyak mentah mengalami bullish musiman pada bulan April.”


 

Harga minyak mentah tipe WTI diperdagangkan dalam range USD66-68 sejak seminggu lalu. Ini merupakan kisaran harga tertinggi sejak Desember 2014.

Proyeksi Jelang Pengumuman Hasil Rapat BoC

Penguatan Dolar Kanada didukung pula oleh laporan bahwa data Penjualan Pabrikan Kanada meningkat 1.9% pada bulan Februari. Angka tersebut nyaris dua kali lipat lebih tinggi ketimbang estimasi kenaikan awal yang sebesar 1.0% saja. Sejalan dengan ini, meskipun pasar memperkirakan bank sentral Kanada takkan menaikkan suku bunga dalam pengumuman pasca rapat kebijakan nanti malam (21:00 WIB), tetapi diekspektasikan pernyataan pejabatnya masih akan menyiratkan optimisme.

Kathy Lien, pakar analisa fundamental dari dari BK Asset Management, menuliskan dalam catatannya, “Ada dua fokus besok -pernyataan kebijakan moneter Bank of Canada dan nada konferensi pers Gubernur Poloz (yang disampaikan) 75 menit setelahnya. Meskipun kita belum mendengar apapun dari Gubernur Poloz dalam beberapa pekan terakhir, kami mengantisipasi optimisme secara menyeluruh.”


“Investor tak menantikan kenaikan suku bunga lagi, setidaknya hingga Juli, jadi jika BoC kurang hati-hati dan lebih optimistis, maka kita bisa melihat USD/CAD tembus 1.2500. Namun demikian, jika mereka mempertahankan kehati-hatian meskipun data ekonomi membaik, (maka) ini indikasi kuat bahwa mereka tak memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat dan boleh jadi menahan diri hingga musim gugur tergantung bagaimana perkembangan kelak. Dalam hal ini, aksi ambil untung pada posisi short USD/CAD bisa mendorong pasangan mata uang ini ke setinggi 1.2700,” ungkap Lien.


 

Di sisi lain, McCormick mewanti-wanti kemungkinan bumerang dari eratnya hubungan antara kenaikan saham dengan Dolar Kanada, akibat fenomena “Sell in May and go away“. Mata uang ini seringkali merosot di bulan Mei, setelah menguat di bulan April, bertepatan dengan pelemahan musiman saham-saham Wall Street. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex