Dolar Pertahankan Gain, Tunggu Pidato Pejabat FED

Pekanbaru – Indeks Dolar mengawali perdagangan hari Senin ini (9/1) dalam posisi masih di kisaran 102.200, level yang dihuninya setelah dilonjakkan oleh laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat hari Jumat lalu, di tengah sepinya pasar Asia sehubungan dengan libur perayaan Seijin no Hi di Jepang. Namun, reli bullish Dolar nampaknya menantikan sederetan pidato pejabat Federal Reserve dan Donald Trump dalam beberapa hari mendatang.

Dolar Pertahankan Gain

Kenaikan Gaji Sinyalkan Peningkatan Inflasi

Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk bulan Desember menyebutkan bahwa Nonfarm Payroll (NFP) hanya bertambah sebanyak 156k, di bawah estimasi 175k. Namun demikian, upah per-jam rata-rata Desember melonjak 0.4%, mengungguli ekspektasi 0.3% maupun periode sebelumnya yang minus 0.1%. Selain itu, data NFP periode November direvisi naik ke 204k.

Buruknya NFP sudah diperkirakan oleh sejumlah analis sebelumnya, sehingga tak terlalu menggoncangkan pasar. Fokus justru berpusat pada data upah yang secara implisit mengiaskan peningkatan tekanan inflasi, dan dengan demikian maka mendukung proyeksi kenaikan suku bunga tahun 2017 yang dipatok oleh Federal Reserve dalam rapat FOMC Desember 2016.

Menanggapi laporan tersebut, indeks Dolar yang di hari sebelumnya ambruk dan ditutup pada 101.520, melonjak ke 102.220. EUR/USD pun mapan di 1.0527, setelah sempat naik-turun di antara 1.0339-1.0621 dalam sepekan. Yield obligasi 10-tahunan AS meningkat dari 2.33% ke 2.42%, meski masih agak jauh dari level tinggi Desember pada 2.64%.

Waspadai Pidato Pejabat FED Dan Pergerakan Yuan

“Menarik untuk dicatat bahwa walau telah terjadi volatilitas, tetapi saham-saham AS, Dolar AS, dan yield obligasi 10-tahunan, semuanya (sekarang) berada pada level yang kurang lebih sama dengan sebelum FED menaikkan (suku bunga) sekitar empat minggu lalu,” demikian Analis dari ANZ Bank menyampaikan pada Reuters, “Nampaknya pasar mempertanyakan apakah tema reflasi (kebijakan mendorong kenaikan kembali inflasi -red) sekarang bisa diperhitungkan, mengindikasikan bahwa diperlukan suatu tambahan (keyakinan) untuk membawa pasar ke kisaran trading baru.”

Dalam hal ini, pasar menantikan outlook tingkat suku bunga dan kebijakan fiskal Amerika Serikat berikutnya yang mungkin disampaikan oleh sederetan tokoh dengan jadwal pidato di depan publik minggu ini. Diantaranya:

  • Senin, 9 Januari 2017: presiden FED Boston Eric Rosengren dan presiden FED Atlanta Dennis Lockhart.
  • Rabu, 11 Januari 2017: konferensi pers Presiden AS terpilih Donald Trump sebelum dilantik pada 20 Januari mendatang.
  • Kamis, 12 Januari 2017: ketua FED Janet Yellen, berikut lima presiden FED regional lainnya.

Selain itu, pelaku pasar mewanti-wanti pergerakan Yuan setelah pekan lalu Beijing mengambil langkah-langkah mengetatkan likuiditas dan intervensi forex guna menopang nilai mata uangnya. Laporan akhir pekan menunjukkan bahwa cadangan devisa China bulan Desember melorot ke level terendah dalam 6 tahun, seiring dengan makin sengitnya sikap pemerintah dalam melawan Capital Outflow yang menempatkan Yuan dalam risiko terdevaluasi lagi.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex