Rifanfinancindo Pekanbaru | Dolar Tegar Meski Pasar Saham Dilanda Aksi Jual Massal

Rifanfinancindo Pekanbaru – Dolar AS mengukuhkan kembali penguatannya pada sesi Amerika tadi malam, setelah sempat selip di dua sesi sebelumnya; sementara pasar saham dunia mengalami aksi jual massal hingga Dow Jones Index anjlok lebih dari 1000 poin. Aksi jual ekuitas memicu pelarian dana ke aset-aset yang dinilai lebih aman, termasuk Dolar AS. Hingga Selasa pagi ini (6/Februari), Indeks Dolar AS menguat ke tertinggi dalam lebih dari sepekan pada 89.68.

Dolar AS - Pasar Saham

Pasar Saham Dunia “Bersimbah Darah”

Selama lebih dari sebulan sebelumnya, Indeks Dolar AS sempat merosot beruntun hingga mencapai level terendah sejak Desember 2014. Namun, barometer pengukur kekuatan Dolar terhadap sejumlah mata uang mayor lain ini bangkit kembali setelah rilis data Nonfarm Payroll akhir pekan lalu yang terbilang sangat positif. Penguatannya sempat terhenti di dua sesi perdagangan hari Senin, tetapi berlanjut pada sesi Amerika sehubungan dengan aksi penghindaran risiko yang terjadi di pasar saham.

“Kita melihat aksi pelepasan posisi yang telah terbangun sejak awal tahun, misalnya posisi long pada Euro,” kata Masafumi Yamamoto, pimpinan pakar strategi forex di Mizuho Securities, Tokyo, pada Reuters, “Jatuhnya pasar saham disebabkan oleh lonjakan yiedld (obligasi) sebagai pemicu. Investor yang menderita akibat jatuhnya ekuitas, terlihat berupaya membatasi kerugian mereka dengan melakukan asi jual pada mata uang-mata uang yang telah bullish akhir-akhir ini, seperti Euro, sehingga pada gilirannya mendukung Dolar.”

Kabar mengenai aksi jual massal di pasar saham menjadi headline media dunia setelah dilaporkan bahwa Dow Jones Index yang sudah anjlok 2.5% di hari Jumat, lalu nyemplung lagi 4.6% di hari Senin. Hanya dalam hitungan jam, indeks saham ternama ini kehilangan lebih dari 1175 poin; penurunan terparahnya dalam sejarah. Tak sendiri, kemerosotan juga dapat dilihat di indeks-indeks utama, termasuk S&P 500, DAX, dan FTSE 100. Demikian pula Nikkei 225 langsung meluncur turun 1194 poin, segera setelah pembukaan perdagangan tadi pagi.

Indeks Saham Dunia - 6 Februari 2018

Perlu diketahui bahwa Dolar AS sejatinya juga menyandang gelar mata uang safe haven. Dalam kondisi kepanikan massa seperti ini, lazimnya mata uang-mata uang yang memanen penguatan adalah Dolar AS, Yen Jepang dan Swiss Franc. Hanya saja, posisi Yen sekarang relatif lebih kuat karena outlook ekonomi dan politik yang lebih stabil. Saat berita ditulis, USD/JPY telah melorot 0.36% ke 108.68, sementara USD/CHF mencuat tipis 0.12% ke 0.9326.

Mata uang-mata uang mayor lainnya bersimbah darah. EUR/USD melanjutkan penurunan ke 1.2356, setelah sempat mencatat high 1.2475 di hari Senin. GBP/USD merosot makin jauh hingga -0.14% dari pembukaan hari ini ke 1.3842. AUD/USD juga terpuruk di terendah satu bulan dan kembali -0.16% di 0.7863, selagi menantikan pengumuman bank sentralnya siang nanti.

Apa Yang Menyebabkan Kepanikan Di Pasar Saham?

Kenaikan gaji karyawan AS sebagaimana ditunjukkan oleh laporan ketenagakerjaan yang dirilis pekan lalu, memunculkan optimisme akan naiknya inflasi di negeri Paman Sam, serta meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebanyak lebih dari tiga kali lagi tahun ini. Oleh karena itu, yield obligasi pemerintah AS melesat ke level tertinggi empat tahun di hari Senin.

Tingginya yield obligasi, memunculkan kekhawatiran di kalangan investor saham kalau-kalau imbal hasil aset berbunga akan lebih tinggi dibanding ekuitas. Di sisi lain, apabila bunga pinjaman meningkat pesat, maka ekspansi korporasi bisa terkekang. Padahal, pasar saham AS membubung tinggi hingga mencetak rekor historis pada awal Januari, dikarenakan harapan kalau perusahaan-perusahaan bakal berekspansi lebih luas setelah Presiden Donald Trump memangkas pajak korporasi.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex