Dollar Terpukul Keras Yen dan Euro

Rifan Financindo Berjangka ? Dolar melemah terhadap rival-rival utamanya pada sesi perdagangan hari Senin karena para analis mengatakan bahwa aksi jual di saham AS memiliki imbas kurang bagus karena bisa membatalkan kesempatan pembuat kebijakan Federal Reserve untuk mengangkat suku bunga bulan depan. Indeks Dollar AS, DXY, turun 1,7% menjadi 93,3670.

Dolar telah melemah terhadap mata uang dari negara-negara industri utama sejak Rabu, ketika hasil dari pertemuan the Fed terakhir menunjukkan bahwa beberapa menyatakan ragu bahwa inflasi meningkat cukup cepat untuk memenuhi kondisi untuk kenaikan suku bunga. The Fed selanjutnya bertemu pada pertengahan September.

Tapi kinerja buck pada Senin sebenarnya tidak sepenuhnya negatif. Dollar membukukan keuntungan besar terhadap mata uang negara berkembang dan terhadap dolar Kanada, CADUSD, dolar Australia, AUDUSD, dan Selandia Baru dolar karena harga minyak mentah, tembaga dan komoditas lainya terus menurun. Banyak pasar negara berkembang tergantung pada ekspor komoditas, dan sensitif terhadap pergerakannya.

Yen Jepang, USDJPY, berkinerja terbaik untuk negara-negara G-10 terhadap dolar pada hari Senin. Mata uang Yen diperdagangkan di level 118,73 ? terhadap dolar pada Senin sore di New York, naik 2,7%. Awal sesi, yen sempat naik ke level 116,96 ? terhadap dolar ? level tertinggi intraday sejak awal Februari.

EURUSD menembus level di atas $ 1,17 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Januari. Euro diperdagangkan di level $ 1,1575, dibandingkan dengan level $ 1,1388 pada akhir Jumat di New York.Saham AS anjlok Senin, namun sempat memangkas kerugian pada perdagangan sore. Para analis mengatakan penurunan 8,5% di Shanghai Composite Index dipicu aksi jual spillover di Eropa dan Amerika Serikat

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/dollar-terpukul-keras-yen-dan-euro/