Dovish-nya The Fed Dan Pelemahan Dolar Dorong Harga Emas

Rifan Pekanbaru – Harga emas di sesi Asia pada hari Jumat (17/03) diperdagangkan tidak jauh dari level tertingginya satu minggu, seiring dengan sebagian pelaku pasar yang mencerna lagi pernyataan the Fed. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD berada di level harga 1,227 Dolar AS. Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk meningkat menjadi Rp 582,000 daripada di sesi sebelumnya di harga Rp 581,000.

Dovish-nya The Fed Dan Pelemahan Dolar Dorong Harga Emas

Pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April meningkat menjadi 1,226 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Mei berada di level 17,30 Dolar AS per troy ons ;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Mei di kisaran harga 2.6730 Dolar AS per pound, mengalami penurunan sebesar 0.17 persen.

Harga Emas Terangkat Dovish-nya the Fed

Pada hari Kamis kemarin, The Fed telah menaikkan tingkat suku bunga-nya sesuai ekspektasi pasar. Tingkat suku bunga AS naik sebesar 25 basis poin ke range antara 0.75 sampai dengan 1 persen. Akan tetapi, kenaikan ini tidak diikuti dengan rencana tertentu terkait dengan proyeksi pengetatan kebijakan moneter seperti yang sudah diantisipasi oleh para investor. Oleh karena itu, selama sesi perdagangan kemarin, harga emas menanjak tajam di tengah pelemahan mata uang Dolar AS karena pernyataan the Fed yang cenderung dovish.

Peningkatan harga emas kemarin adalah yang tertinggi sejak tanggal 2 Maret lalu. Sementara itu, dari persentase kenaikan emas, peningkatan ini adalah yang paling tinggi sejak bulan Juni tahun 2016 ketika hasil referendum Inggris menunjukkan warga disana menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa.

“FED rate hike kemarin bisa dipandang sebagai kenaikan suku bunga yang dovish dan netral, kurangnya pernyataan terkait proyeksi kondisi ekonomi AS mengindikasikan bahwa perekonomian negara Paman Sam masih ke arah yang positif dan belum menunjukkan adanya gejala overheating ekonomi,” ujar Hussein Sayed, analis di FXTM.

Solidnya kondisi ekonomi AS dibuktikan dengan adanya rilis data Housing Starts yang mampu melonjak dan mendorong pembangunan rumah ke level tertinggi sembilan tahun. Data Housing Starts meningkat melampaui ekspektasi, yakni naik sebesar tiga persen menjadi 1.29 juta unit.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex