Durable Goods Orders AS Februari Naik Lewati Estimasi, Dollar Bergerak Variatif

Rifan Pekanbaru –¬†Berita Fundamental yang rilis di awal sesi New York hari Jumat (24/3) datang dari laporan Departemen Perdagangan AS¬†merilis data pesanan barang tahan lama selama bulan Februari yang naik melewati estimasi.

Durable Goods Orders AS Februari Naik

Durable Goods Orders naik cukup menyakinkan 1.7 persen selama bulan lalu, lebih baik dibandingkan estimasi ekonom melalui jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1.1 persen. Pesanan barang tahan lama AS Februari seolah melanjutkan kembali trend positif setelah naik 2 persen pada bulan Januari lalu.

Meskipun data yang rilis malam ini sedikit turun namun pengiriman barang terpantau meningkat, mengindikasikan bahwa telah terjadi akselerasi investasi bisnis Negeri Paman Sam selama kuartal pertama 2017. Diluar sektor transportasi atau Pesanan Barang Tahan Lama Inti berhasil membukukan kenaikan 0.4 persen selama Februari, dibawah estimasi untuk kenaikan 0.5 persen dan data selama periode Januari stagnan 0.0 persen.

Membaiknya Durable Goods Orders AS bulan lalu tidak terlepas dari lonjakan permintaan mesin mekanik dan peralatan barang kelistrikan berhasil naik sebesar 2.2 persen yang menjadi kenaikan terbesar dalam kurun tujuh bulan terakhir, menandakan bahwa perusahaan Perusahan AS (Sebagai Konsumen) cukup yakin dengan outlook ekonomi.

Durable Goods Orders AS berpotensi besar akan terus naik apabila kebijakan Presiden Trump untuk menurunkan pajak korporasi dapat terwujud. Pajak yang rendah maka akan mendorong perusahaan melakukan ekspansi sehingga akan berpengaruh terhadap permintaan barang tahan lama.

Pasca rilis data Durable Goods Orders AS, pergerakan Greenback terpantau variatif terhadap berbagai major currency. Pada pukul 20:23 WIB malam ini, EUR/USD menguat berusaha menyentuh kembali level tertinggi 8 pekan yang sempat diraih pada hari Rabu lalu. Sedangkan GBP/USD melemah 0.43 persen sepanjang sesi perdagangan hari ini(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex