Ekonomi Jepang Rapuh, Penguatan Yen Makin Menjadi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Berita forex di hari Jumat(29/7), yen terpantau alami penguatan tajam terhadap dollar AS ketika serangkaian laporan fundamental ekonomi Jepang pagi ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi negeri Sakura tersebut masih menemui hambatan.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, USDJPY telah bergerak turun 0.74% dengan diperdagangan pada level 104.49. Pergerakan pasangan tersebut pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level low di 103.47 dan level high di 105.34.

Penguatan yang dialami oleh yen telah dipengaruhi atas adanya indikasi pelemahan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jepang. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh METI menyebutkan bahwa penjualan ritel Jepang mengalami penurunan 1.4% di bulan Juni setelah turun 2.1% di bulan Mei.

Sedangkan pada laporan terpisah lainnya yang dirilis oleh Statistics Bureau?menyebutkan bahwa pertumbuhan inflasi Jepang mengalami penurunan 0.2% di bulan Juni setelah naik 0.1% di bulan Mei dan untuk periode tahunannya, pertumbuhan inflasi Jepang mencatat penurunan sebesar 0.4% di bulan Juni.

Di waktu yang bersamaan, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Statistics Bureau?menyebutkan bahwa belanja konsumen Jepang mengalami penurunan 2.2% di bulan Juni setelah turun 1.1% di bulan Mei. Pada sektor tenaga kerja Jepang, Statistics Bureau?menyebutkan bahwa tingkat pengangguran Jepang mengalami penurunan 0.1%, yang disesuikan secara musiman menjadi 3.1% di bulan Juni dari 3.2% di bulan Mei.

Serangkaian laporan tersebut telah menjadi sorotan penting bagi para pembuat kebijakan Bank Sentral Jepang, mengingat mereka ditekan untuk segera mempersiapkan langkah ? langkah kebijakan terbaru dalam merangsang kembali pertumbuhan ekonomi.

Pertemuan kebijakan Bank Sentral Jepang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat ini, dimana waktu yang disebutkan masih bersifat ?tentative? atau sewaktu ? waktu muncul dihadapan pasar. Sekarang, sebagian pasar meyakini bahwa pelonggaran kebijakan akan segera dilakukan oleh para pejabat Bank Sentral Jepang, menyusul sinyal positif dari Shinzo Abe yang telah menghimpun sebanyak $265 milyar dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?http://financeroll.co.id/