PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU | Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS Bayangi Emas Pekan Ini

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU – Harga Emas masih terpaku di kisaran terendah empat bulan sejak perdagangan hari Jumat lalu hingga Senin pagi ini (11/Desember), setelah merosot lebih dari satu persen pada hari Kamis. Dalam periode 4-8 Desember, Logam Kuning mencatatkan penurunan pekanan terbesar sejak bulan Mei, akibat besarnya prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) untuk diumumkan pada hari Kamis besok.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS Bayangi Emas Pekan Ini

Harga Logam Mulia Merosot Massal

Harga Emas Berjangka untuk pengiriman bulan Februari selip 0.22% ke $1250.30 per troy ons di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pada hari Jumat, sementara Gold Spot XAU/USD di platform Bloomberg ditutup turun ke 1248.49. Dalam sepekan, nilai logam mulia ini telah menyusut lebih dari 1.5%. Hal serupa dialami oleh Perak yang menurun 2.93% dalam sepekan, serta Platinum yang anjlok hingga 5.65%, dan Paladium yang minus 1.71%.

Sebagian besar penurunan harga komoditas tipe logam mulia tersebut terjadi antara Senin hingga Kamis minggu lalu. Namun, harga Emas hanya bereaksi sedikit menanggapi laporan ketenagakerjaan AS pada hari Jumat, lantaran ambiguitas yang diciptakannya.

Kenaikan Suku Bunga AS Desember Sudah Pasti, 2018 Belum Tentu

Laporan ketenagakerjaan yang diumumkan oleh Depnaker AS pada Jumat pagi waktu setempat, menunjukkan kenaikan Non-Farm Payroll sebanyak 228,000 di bulan November. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan 198,000 yang sebelumnya dipatok para ekonom.

Sesuai ekspektasi, tingkat pengangguran tetap berada pada 4.1%. Akan tetapi, gaji hanya meningkat 0.2% dalam sebulanrebound dari stagnasi di bulan Oktober, tetapi lebih rendah dari estimasi kenaikan 0.3%. Dengan demikian, laporan ketenagakerjaan AS kali ini tak sebagus harapan pasar, tetapi juga tak begitu buruk hingga menghapus prospek kenaikan suku bunga Fed.

Bank sentral AS yang akrab disebut Fed, luas diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga (Fed Rate Hike) pada akhir rapat kebijakan moneternya pekan ini, serta melaksanakan tiga kali kenaikan lagi di tahun 2018. Salah satu prasyarat bagi dilaksanakannya rangkaian pengetatan moneter tersebut adalah kondisi ketenagakerjaan yang padat; pengangguran rendah dan gaji karyawan meningkat pesat. Dengan laju peningkatan rerata gaji saat ini, meski masih mendukung Fed Rate Hike pada Kamis besok, tetapi pasar meragukan kemungkinan dilakukannya kebijakan serupa sebanyak tiga kali di tahun depan.

Pasar Masih Wait-and-See

Ekspektasi suku bunga bank yang lebih tinggi, dipandang negatif bagi logam mulia yang tak menawarkan imbal hasil dalam bentuk bunga. Apalagi bila kenaikan suku bunga diiringi dengan penguatan nilai Dolar AS, sehingga membuat Emas menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya. Sebaliknya, hambatan bagi Fed Rate Hike lebih lanjut, justru positif bagi harga Emas.

Senin pagi ini (11/Desember), Emas Antam stagnan pada level yang sama dengan harganya hari Jumat lalu pada Rp613,000 per gram, dengan buyback dipatok pada Rp544,000 per gram. Sementara itu, Gold Spot XAU/USD beranjak sedikit 0.04% ke 1248.99, tetapi belum jauh dari tempatnya mendarat di hari Jumat. Di tengah kesangsian, pasar agaknya masih bertumpu pada posisi wait-and-see. Para trader dan investor kemungkinan akan menantikan bagimana bunyi pernyataan kebijakan Fed, sebelum membuat keputusan signifikan. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo 
Sumber : seputarforex