Ekspor Jepang Bulan Mei Turun untuk Bulan Kedelapan Beruntun

PT Rifan Financindo Berjangka – Ekspor Jepang turun untuk bulan kedelapan berturut-turut pada Mei seiring pengiriman ke China, AS dan Eropa merosot, mengganggu upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Pengiriman ke luar negeri turun 11,3 persen pada Mei dari tahun sebelumnya, Departemen Keuangan, Senin. Estimasi median ekonom yang disurvei oleh Bloomberg yakni untuk penurunan 10 persen. Impor turun 13,8 persen, meninggalkan defisit perdagangan menjadi 40,7 miliar yen (US $ 389 juta).

Keuntungan ekonomi moderat Jepang tahun ini cenderung beresiko menyusul perlambatan permintaan luar negeri dan lonjakan yen membuat produk nasional menjadi kurang menarik di luar negeri dan merugikan pendapatan eksportir. Menteri Keuangan Taro Aso menambahkan kekhawatirannya terhadap yen Jumat lalu, menyerukan koordinasi dengan rekan-rekan di luar negeri untuk mengatasi apa yang ia digambarkan sebagai pergerakan tidak beraturan di pasar mata uang.

“Ekspor masih lemah dikarenakan permintaan luar negeri tetap lesu dan efek dari yen yang lemah tahun lalu menghilang,” Atsushi Takeda, seorang ekonom di Itochu Corp di Tokyo, sebelum laporan itu dirilis. “Dengan referendum Brexit sebentar lagi dan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Fed melemah, apresiasi yen bisa berlanjut, meningkatkan risiko penurunan ekonomi Jepang.”

Sementara yen tergelincir 3,8 persen pada nulan Mei, mata uang itu melonjak 15 persen tahun ini terhadap dolar. Yen menguat ke level terkuat sejak Agustus 2014 pekan lalu setelah Bank of Japan meninggalkan kebijakan moneter tidak berubah.

Aso mengatakan pada 17 Juni lalu bahwa ia “sangat prihatin” tentang pergerakan satu sisi, tiba-tiba, dan spekulatif di pasar mata uang. Toyota Motor Corp telah memperingatkan bahwa laba bersih tahunan mungkin akan turun untuk pertama kalinya dalam lima tahun, menyusul penguatan mata uang. (sdm)

Sumber: Bloomberg