Emas Bergerak Turun, Investor Amati Petinggi The Fed Dan Trump

Rifan – Pekanbaru – Permintaan investor terhadap emas mulai berkurang sehingga menyebabkan harga emasdi sesi Asia pada hari Selasa (21/02) melandai kembali. Kondisi ini terjadi seiring dengan penguatan mata uang Dolar AS dan bursa saham global. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di level 1,232 Dolar AS. Harga emas batangan pecahan satu gram bersertifikat milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk stabil di harga Rp 590,000.

Emas Bergerak Turun, Investor Amati Petinggi The Fed Dan Trump

Selama sepekan lalu, harga emas Antam sudah menguat sebesar Rp 3,000 karena nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS bergerak turun. Dalam sesi sebelumnya, harga emas Antam sempat ke area konsolidasi ketika kurs mata uang Rupiah terhadap Dolar mampu menembus level Rp 13,300. Beberapa analis menilai, harga emas Antam berpeluang naik lagi apabila the Fed masih menunda untuk menaikkan tingkat suku bunga-nya.

Pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April melandai sebesar 0.29 persen ke level harga 1,234 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Mei berada di level 18.02 Dolar AS per troy ons ;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Mei ke level harga 2.7710, mengalami peningkatan sebesar 1.88 persen.

Harga Emas Terimbas Penguatan Dolar AS

Mata uang Dolar AS terpantau mengalami kenaikan terhadap beberapa mata uang asing mayor lainnya di awal sesi perdagangan hari ini, setelah pernyataan hawkish salah satu petinggi The Fed, Loretta Mester. Namun, penguatan Dolar terbatas karena sebagian besar pelaku pasar akan menunggu rilis notulen rapat FOMC. Selain itu, investor akan mengamati pidato beberapa pejabat penting The Fed seperti Presiden the Fed Minneapolis, Neel Kashkari, Presiden the Fed, Patrick Harker, dan Dennis Lockhart, Presiden the Fed Atlanta.

Selain The Fed, fokus utama yang menjadi kunci pergerakan pasar adalah kebijakan ekonomi Donald Trump. “Kunci utama pergerakan harga di pasar adalah Presiden AS, Donald Trump dan pasar terus menunggu kejelasan terkait rencana pemangkasan pajak,” ujar seorang analis di Saxo Bank, Ole Hansen. Dolar AS telah menurun cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir, sejalan dengan euforia terpilihnya Presiden AS, Donald Trump yang memudar karena hingga kini ia belum memberikan detail rencana kebijakan-nya.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex