Emas Kembali Berkilau Di Tengah Keoknya Dolar

Rifan Financindo pekanbaru –  Harga emas tampak stabil di level tinggi pada hari Kamis (17/Agustus) sore ini, setelah mengalami kenaikan tajam sejak semalam. Isi notulen FOMC dianggap dapat menunda kenaikan suku bunga The Fed untuk ketigakalinya tahun ini. Akibatnya, Dolar AS pun tersungkur dan emas melonjak.

bulion

Harga emas futures di Comex mendapat perolehan hingga USD11.00 atau hampir sekitar 1 persen ke angka USD1,293.72 per troy ons di sesi Asia. Saat berita ini ditulis, chart XAU/USD menunjukkan harga emas di posisi USD1,287.28, sedikit lebih rendah daripada harga di awal sesi. Harga emas spot naik 0.4 persen ke 1,287.90 per troy ons pada pukul 14:00 WIB.

“Dalam jangka waktu yang lebih dekat, dan jika tak ada headline geopolitik lagi, maka trader spot gold harus mengawasi performa Dolar AS terhadap 10 mata uang mayor lainnya demi mendapat petunjuk akan arah emas dalam jangka pendek,” kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior di OANDA.

Selain karena notulen FOMC yang melemahkan Dolar AS, emas juga mendapat suntikan penguatan dari masalah politik internal AS. Dua Badan Penasihat Bisnis Gedung Putih yang dibubarkan oleh Presiden Donald Trump kemarin, membuat emas sebagai aset safe-haven kembali diburu para investor.

Dolar Adalah Topik Hari Ini

Kini, Pasar Futures memasang kemungkinan sebesar 40 persen atas peluang kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember. Persentase tersebut lebih kecil daripada persentase 50 persen yang dipasang sebelum notulen FOMC dirilis.

Logam mulia terbilang sensitif pada pergerakan rate suku bunga AS. Potensi tertundanya kenaikan suku bunga, mengangkat aset-aset tak memberikan imbal hasil dalam bentuk bunga, termasuk emas. Bahkan, kenaikan suku bunga secara bertahap juga dinilai sebagai ancaman kecil bagi emas, sehingga logam mulia tersebut masih bisa mengalami kenaikan harga.

“Ini semua adalah tentang Dolar dan kekhawatiran pasar sekarang cenderung berhubungan dengan persitiwa-peristiwa geopolitik,” kata Dominci Schnider dari UBS Wealth Management, Hong Kong.

“Pasar yakin bahwa sekarang ini inflasi tidak begitu kencang, tetapi The Fed tidak perlu melakukan tindakan yang serius (untuk menangani lemahnya inflasi),” kata Schnider. Namun, pihak Schnider sendiri tak setuju pada penilaian pasar mengenai lambatnya inflasi tersebut, dan tetap meyakini bahwa balance sheet akan dikurangi pada bulan September. Fed Hike pun mereka perkirakan akan tetap dilanjutkan pada bulan Desember.( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex