Emas Melandai, Dipicu Optimisme Pertumbuhan Pasar Tenaga Kerja AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas di sesi Asia pada hari Selasa (20/12) masih di level rendah dan cenderung flat setelah ditutup naik dalam dua sesi terakhir, sejalan dengan optimisme pada kondisi sektor ketenagakerjaan AS dan kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga oleh the Fed tahun depan. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,139 Dolar AS dan harga emas batangan Antam melandai ke Rp 585,000 dari sebelumnya di level harga Rp 586,000.

 Kenaikan Harga Emas Tertahan Ekspektasi Rate Hike FED 2017

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari turun sebesar 0.22 persen menjadi 1,140 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret mengalami penurunan harga ke level 16.08 Dolar AS per troy ons dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret berada di level harga 2.493 Dolar AS per pound.

Pada sesi perdagangan New York kemarin, harga emas diperdagangkan naik tipis seiring dengan adanya ketegangan geopolitik yang mengimbangi kuatnya Dolar AS dan ekspektasi apabila the Fed nantinya akan melakukan pengetatan kebijakan moneter. Seperti yang sudah diketahui bahwa harga emas pada sesi perdagangan pekan lalu terpuruk dan diperdagangkan di level terendahnya sejak bulan Februari, yaitu berada di kisaran level harga 1,122 Dolar AS. Penurunan harga emas yang sangat signifikan ini dipicu oleh penguatan mata uang Dolar AS serta proyeksi kenaikan suku bunga AS.

Harga Emas Masih Dibayangi Rate Hike Tahun 2017

Meski saat ini tengah terjadi ketegangan geopolitik yang menyebabkan harga emas sempat terangkat, tetap saja kenaikan harga logam mulia ini terhambat oleh ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga AS pada tahun 2017 mendatang. The Fed untuk pertama kalinya menaikkan suku bunga-nya dan memproyeksikan akan ada tiga kali kenaikan suku bunga tahun depan.

Selain itu, adapun ketua the Fed, Janet Yellen pagi ini di Baltimore menyatakan bahwa sektor pasar tenaga kerja AS telah mengalami dalam kondisi terbaik dalam nyaris satu dekade terakhir. Pernyataan hawkish dari Yellen ini selanjutnya mendorong naik mata uang Dolar AS karena dianggap mendukung proyeksi tiga kali kenaikan suku bunga tahun depan.

Perlu diketahui, harga logam mulia emas sangat sensitif dengan pergerakan tingkat suku bunga AS karena minat investor terhadap emas akan menurun. Di samping itu, rate hike the Fed juga akan membuat harga emas terbebani dan bersaing ketat dengan aset berimbal balik bunga.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT  Rifan Financindo

Sumber : Seputarforex