Emas Menjulang Tinggi Gara-Gara Trump Dan Ketegangan Geopolitik

Rifan Pekanbaru – Sepanjang sesi perdagangan hari Jumat (14/4), Emas berada stabil di level tinggi terhadap Dollar dan berpotensi mencatatkan penguatan terbaik dalam kurun waktu 10 bulan terakhir. Sebagai aset Safe Heaven, Emas diburu oleh Investor yang ingin mengamankan portofolio mereka ditengah semakin panasnya tensi Geopolitik kawasan Timur Tengah dan Semenanjung Korea.

Tensi Geopolitik Antar Emas Raih

Menurut New York-listed SPDR Gold Shares, yang merupakan Exchange Emas terbesar dunia menyebutkan bahwa transaksi Emas pada hari Kamis kemarin melonjak 6 Ton dimana menjadi kenaikan harian terbesar sejak sebulan terakhir, ketika Investor secara massif memburu Logam Mulia terutama Emas.

“Kemerosotan hubungan antara AS terhadap Russia dan Korea Utara pekan ini menyokong harga logam mulia” ucap Capital Ekonomi dalam sebuah pernyataan tertulis.

“Melemahnya Dollar pasca komentar Presiden Donald Trump yang menginginkan suku bunga tetap rendah serta berpendapat bahwa mata uang Dollar telalu kuat untuk saat ini, ikut berkontribusi melambungkan harga Emas”, Capital Ekonomi menambahkan.

Meski dalam trend menguat, namun pergerakan harga Emas terpantau tidak banyak bergerak di akhir pekan mengingat sebagian besar pasar tutup akibat liburan Paskah. Volume perdagangan pun relatif sedikit sehingga volatilitas harga Emas terpantau stabil dan berpotensi mencatatkan penguatan terbaik sejak bulan Juni 2016 lalu.

Pada pukul 21:20 WIB malam ini, XAU/USD berada di level 1287.4 Dollar per troy ounce setelah sempat meraih level terendah harian 1281.65. Banyak analis berpendapat bahwa ketegangan tensi Geopolitik di Timur Tengah dan Semenanjung Korea yang berlarut larut akan menghantarkan Emas menuju level 1300 dalam beberapa pekan mendatang.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex