Emas Naik Lagi Karena Pelemahan Dolar Akibat Risiko Geopolitik

Rifan Pekanbaru – Setelah adanya rilis data dari pasar ketenagakerjaan yang menguat melebihi ekspektasi dan kenaikan mata uang Dolar AS tadi malam, harga emas tergelincir dari level tinggi satu bulan. Namun, harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (06/04) ini terpantau berusaha naik, seiring dengan sebagian pasar yang kembali menghindari aset berisiko karena mencemaskan hasil pertemuan AS dan China.

Emas Naik Sedikit Karena Pelemahan Dolar Akibat Risiko Geopolitik

Emas Sempat Turun Karena Rilis Data Ekonomi AS Dan Notulen FOMC

Selama sesi perdagangan hari Rabu kemarin, logam mulia emas menurun ke level harga 1,247 Dolar AS. Kondisi ini didorong oleh rilis data ADP Nonfarm Employment bulan Maret yang bertambah sebanyak 263,000, mengindikasikan bahwa pertumbuhan pasar ketenagakerjaan AS masih berlanjut. Rilis data tersebut di atas ekspektasi analis sebelumnya yang memprediksi hanya akan ada kenaikan sebesar 170,000.

“ADP bertambah signifikan diluar prediksi analis sebelumnya dan membuat indeks Dolar AS terdorong naik,” ucap Phillip Streible, analis senior di RJO Futures, Chicago.

Penurunan harga logam si kuning di sesi kemarin berlanjut karena adanya rilis FOMC Minutes. Notulen rapat FOMC ini menunjukkan, sebagian besar pembuat kebijakan bank sentral AS menilai perlu mengambil langkah-langkah untuk mulai mengurangi neraca-nya yang kini bernilai sebesar 4.5 triliun Dolar AS. Langkah ini bisa jadi akan dilakukan pada akhir tahun 2017, apabila data-data ekonomi AS mengalami pertumbuhan cukup bagus. Setelah rilis Notulen ini, mata uang Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS meninggi, namun kembali turun di sesi perdagangan selanjutnya.

Emas Dinaikkan Kecemasan Pasar Tentang Potensi Konflik Geopolitik Global

Setelah menurun akibat rilis data penting AS, harga logam mulia emas kembali mendapatkan dorongan dari kenaikan aset safe haven. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya serangan kimia di Suriah dan aksi Korea Utara yang menembakkan rudal ke laut Jepang. Para analis menilai, aksi Korut ini dilakukan sebagai peringatan jelang pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Xi Jinping, Presiden China hari ini dan besok. Hingga kini, harga emas telah mengalami peningkatan harga sebesar 8.8 persen karena kecemasan pasar pada risiko geopolitik global.

Saat berita ini ditulis, harga emas berjangka meningkat 0.62 persen ke 1,256 Dolar AS per troy ons dan harga emas spot diperdagangkan di level 1,254 Dolar AS. Harga emas batangan milik Antam naik ke level harga Rp 592.000 per gram.

Sementara itu, saat ini para investor tengah mengantisipasi rilis data NFP AS besok. Apabila rilis data ekonomi menunjukkan penguatan signifikan, maka peluang The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga-nya akan semakin tinggi, sehingga bisa memperkuat nilai tukar Dolar AS dan membebani harga emas.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex.