Emas Sempat Bergeliat, Minyak Mentah Tetap Terpuruk

Rifan Financindo Berjangka?- Di tengah sentiment negative yang erat membelenggu Emas pasca FOMC statement; sehingga menempatkan Emas berada pada atmosfir bearish, namun kabar yang menyebutkan bahwa permintaan Emas fisik meningkat dari Swiss dan Tiongkok, untuk sementara mampu mengantarkan Emas bergeliat dan menyapa level puncak 1213.70. Dan geliat Emas kemarin merupakan fase rebound dari level terendah dalam dua pekan

Tapi, kuatnya dominasi seller cukup efektif menahan agresivitas Emas lebih lanjut, dan memaksanya ditutup pada level 1198.00, sehingga, lagi-lagi, menyisakan jejak untuk candle Daily Emas dengan formasi Inverted Hammer, yang berindikasi bayangan aksi jual masih intim mengintai Emas.

Permintaan Emas fisik Swiss merangkak naik pada level tertinggi tahun ini, dan pasokan Emas fisik datang dari Inggris. Data tersebut berkombinasi apik dengan hasil perdagangan di Shanghai Gold Exchange yang merupakan pagu untuk kontrak spot Emas fisik, yang mengalami peningkatan pada level tertinggi sejak April 2013.

Sebagai catatan; Emas fisik (bullion) melonjak sebesar 70% dari bulan Desember 2008 hingga Juni 2011, manakala beberapa bank sentral mendongkrak pasokan uang (money supply) pada skala yang gigantis, sehingga memicu kekhawatiran inflasi akan naik . Dan Emas anjlok sebesar 28% pada tahun 2013, sekaligus merupakan penurunan terbesar dalam tiga decade, di tengah prospek cerah ekonomi Amerika Serikat

Di sisi lain, performa minyak mentah tetap berada dalam tekanan jual yang kian intens. Dalam tiga hari sesi transaksi terakhir, minyak mentah masih berkutat di wilayah level terendah dalam lima tahun, pada saat kekhawatiran para investor atas pembiaran kapasitas produksi yang melimpah oleh OPEC terus berlangsung

Fakta tersebut kembali ditegaskan oleh Menteri Perminyakan Arab Saudi, sebagai negara anggota OPEC dan eksportir minyak terbesar di jagad raya ini, yaitu Ali al-Naimi, yang menyatakan bahwa pihaknya akan tetap pada kebijakan tidak membatasi kapasitas produksi minyak mentah anggota negara OPEC, sesuai dengan hasil keputusan pada pertemuan terakhir OPEC , 27 November lalu.

Dan komentar Naimi, sukses menempatkan minyak mentah tetap bersimpuh pada harga terendah dalam lima tahun, bahkan spekulasi menuju harga $40 per barrel berpeluang terwujud, jika OPEC tetap pada kebijakannya.

Sumber :?http://financeroll.co.id/expert-comment/emas-sempat-bergeliat-minyak-mentah-tetap-terpuruk/