Harga Emas Terangkat Tipis Di Sesi Asia

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Harga emas di sesi perdagangan Asia hari Rabu ini (11/05) terpantau naik tipis. Saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,268 dolar AS per troy ounce.

Sementara itu, pada Comex, New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman bulan Juni meningkat sebesar 0.15 persen yaitu menjadi 1,266 dolar AS per troy ounce. Lalu, untuk perak futures pengiriman bulan Juli pada Comex juga merangkak naik sebesar 0.28 persen menjadi 17.140 dolar AS per troy ounce dan tembaga futures untuk pengiriman bulan Juli turun ke 2.095 dolar AS per pound, mengalami penurunan sebesar 0.10 persen.

Disamping itu, pada perdagangan hari Selasa malam kemarin, harga emas futures relatif stabil setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan ke level rendahnya dalam kurun waktu dua bulan ini. Kondisi tersebut terjadi sebagai reaksi dari data inflasi Tiongkok yang flat dan kenaikan pada data untuk jumlah lowongan kerja di AS yang mengejutkan.

Walaupun demikian, logam mulia ini telah mengalami peningkatan harga lebih dari 17 persen sejak awal tahun ini dan kenaikan ini merupakan harga tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Jumlah Lowongan Kerja Di AS Meningkat
Departemen ketenagakerjaan Amerika Serikat menyatakan pada hari Selasa kemarin, jumlah lowongan pekerjaan pada bulan Maret mengalami kenaikan sebesar 149,000, membuat peningkatan jumlah lowongan kerja sebesar 0.1 persen sampai 3.9 persen. Namun, tingkat perekrutan tenaga kerja justru turun tipis sebesar 0.1 persen hingga 3.7 persen. Hal ini memberikan sebuah indikasi bahwa sebagian besar perekrut kerja mengalami kesulitan dalam menemukan tenaga kerja baru yang memiliki kualifikasi bagus. Selain itu, laporan data tersebut juga mengingatkan pada rilis data NFP bulan April minggu lalu yang menurun dan merupakan penurunan terendah dalam tujuh bulan.

Sementara itu, the Fed masih akan melanjutkan pendekatan dan menimbang rilis data-data tersebut untuk menentukan waktu yang tepat untuk kenaikan tingkat suku bunga di AS pada tahun 2016. Seperti yang sudah diketahui, setiap adanya kenaikan suku bunga di AS tahun ini membuat harga emas menjadi bearish dan logam mulia ini juga harus bersaing ketat dengan aset berimbal balik bunga.(mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?http://financeroll.co.id/