Emas Tergelincir Karena Penguatan Dollar Jelang Fed Meeting

PT Rifan Financindo Pekanabaru – Harga Emas menyentuh level terendah dua setengah pekan pada sesi perdagangan hari Senin (18/September) seiring dengan penguatan Dolar AS dan ekuitas global jelang pertemuan dua hari FOMC pada minggu ini. Greenback mencapai rekor tertinggi 8 pekan versus Yen, dikarenakan solidnya data Harga Konsumen AS yang meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve) di akhir tahun.

Emas Tergelincir Karena Penguatan

Pelemahan harga Emas juga didorong oleh sikap investor yang memprediksi Federal Reserve akan mengumumkan rencana untuk memangkas Balance Sheet pada pertemuan minggu ini. Kabar tersebut mendukung Greenback, sekaligus membebani Emas.

“Emas bisa turun hingga di bawah $1,300 untuk jangka pendek, namun pertanyaannya tetap pada bagaimana investor memandang kondisi ekonomi AS sekarang ini, termasuk peluang meningkatkan suku bunga lebih tinggi,” ucap Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas SaxoBank.

“Pada kondisi saat ini, masih belum ada pandangan yang solid mengenai akselerasi perekonomian AS. Hal tersebut membuat rencana kenaikan suku bunga Fed belum terlihat nyata, sehingga memberikan support pada Emas,” tambah Hansen.

Investor di pasar berjangka saat ini menilai prospek terkait kenaikan suku bunga Fed (Fed Rate Hike) di akhir tahun berada di bawah 50 persen. Lagipula tekanan Inflasi yang secara terus menerus berada di bawah target Fed dalam 5 tahun terakhir, di tengah lambatnya pertumbuhan ekonomi AS maupun Global. sehingga membuat petinggi Bank Sentral Fed belum memiliki suara bulat untuk melakukan Rate Hike.

Pada pukul 21:42 WIB, XAU/USD diperdagangkan pada level $1,308.75 per ounce atau turun 0.84 persen secara harian. Sementara itu, harga Emas Berjangka untuk pengiriman bulan Desember seharga $1,314 per ounce. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : finance.detik