Emas Terjebak Diantara Ketidakpastian Politik Dan Fed Meeting

Rifan Pekanbaru – Harga Emas pada sesi perdagangan hari Senin (13/3) terpantau masih melanjutkan trend penurunan pasca rilis data NFP AS Jumat pekan lalu yang semakin memantapkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC 14 – 15 Maret mendatang. Ketidakpastian politik di Eropa khususnya Belanda dan Perancis ikut mempengaruhi harga Emas di awal pekan ini.

Emas Terjebak Diantara Ketidakpastian

Probabilitas Rate Hike Maret telah menekan Emas hingga menyentuh level terendah 5 pekan pada pekan lalu, tidak lama kemudian emas rebound hingga meraih level 1206 pada penutupan perdagangan hari Jumat dan di sesi Asia tadi pagi bahkan Emas sempat menyentuh level 1210 dollar per troy ounce yang merupakan level tertinggi harian. Pada pukul 20:13 WIB malam ini, Emas diperdagangkan pada level 1204.63 dan Emas Futures naik 0.2 persen menjadi 1203.3 dollar per troy ounce.

Ketidakpastian politik menjelang pemilu di Belanda pada tanggal 15 Maret mendatang menjadi fokus investor. Meskipun pengaruh pemilu parlemen di Belanda cukup kecil, namun ketidakpastian politik menjelang pemilihan Presiden di Perancis pada bulan April dan Mei meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor.

Fokus Investor pekan ini tertuju pada hasil Rapat FOMC mengenai kenaikan suku bunga acuan The Fed. Kenaikan suku bunga untuk pertama kali di tahun 2017 akan mendorong penguatan Greenback dan menekan harga komoditas Emas yang dihargai dengan Dollar di pasar Global.

 “Kenaikan suku bunga The Fed cukup baik dan kita akan melihat dua kali Rate Hike lagi sepanjang tahun 2017, suku bunga yang lebih tinggi cenderung akan menekan Emas”, ucap Daniel Smit Analis Ekonomi Oxford.

ICBC Standard Bank dalam sebuah pernyataan tertulis menyatakan, “Rate Hike Maret sepenuhnya telah diantisipasi oleh pasar dan satu hal yang mungkin akan berpengaruh terhadap pergerakan Dollar jika anggota FOMC memberikan pertunjuk mengenai berapa kali akan diadakan Rate Hike tahun 2017”.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex