Emas Terkulai Karena Tensi Geopolitik Mendingin

Rifan Financindo Pekanbaru – Harga emas jeblok di pembukaan sesi perdagangan awal pekan, Senin (11/Sep) hari ini, menyudahi persinggahannya di level tinggi dalam sesi-sesi perdagangan sebelumnya. Pulihnya Dolar AS hari ini sehubungan dengan absennya aksi provokasi dari Korea Utara, membuat investor mulai meninggalkan aset-aset safe haven mereka.

emas-24-karat
Emas spot, menurun 0.7 persen ke angka $1,337.61 per ons pada pukul 10:57 WIB hari ini, setelah mencapai level puncak $1,357.54 pada tanggal 8 September. Sementara itu, emas futures untuk pengiriman Desember juga menurun 0.7 persen ke harga $1,341.70 per ons.

“Jelas bahwa determinan mayor untuk emas minggu lalu adalah tensi geopolitik, tetapi di akhir pekan lalu, kita tak melihat adanya aksi-aksi yang memicu ketegangan lagi, sehingga emas kehilangan kesempatan besar untuk meneruskan kenaikannya,” kata Mark To, Kepala Riset di Wing Fung Financial di Hong Kong.

Dolar AS mendapatkan dorongan naik di sesi perdagangan hari ini karena Korea Utara lebih memilih untuk merayakan hari jadinya ketimbang menembakkan misil untuk kesekian kalinya. Oleh sebab itulah, aset-aset safe haven seperti emas dan Yen Jepang mengalami kemerosotan.

Pasang Long Untuk Sementara

“Saya akan pasang long untuk satu pekan ini, tetapi tidak terlalu lama karena determinan utama, yakni gejolak geopolitik, masih membayangi kita dan lambannya laju kenaikan suku bunga (AS) dan faktor-faktor lainnya belum lenyap,” kata To yang dikutip oleh Reuters.

Sementara itu, harga emas ANTAM hari ini makmum dengan harga emas dunia, dimana ada penurunan sebesar Rp5,000 dibandingkan dengan harga akhir pekan. Hari ini, emas ANTAM berada pada level Rp617,000 per gram dengan buyback price seharga Rp560,000 per gram. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

 Sumber : seputarforex