Emas Terpaku Di Level Rendah, Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi AS

Rifan Pekanbaru – Penguatan pasar saham di tengah ekspektasi tinggi kenaikan tingkat suku bunga membuat harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (11/05) masih berada di kisaran harga rendah delapan pekan. Selain itu, kuatnya mata uang Dolar terhadap Yen ke level tertinggi turut menekan harga logam mulia ini.

harga emas flat

Saat berita ini diturunkan, harga emas spot diperdagangkan melandai ke kisaran harga 1,220 Dolar AS dan harga emas berjangka pada Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman bulan Juni berada di level harga 1,220 Dolar AS per troy ons.

Emas Sempat Naik Karena Pemecatan Direktur FBI

Dalam sesi perdagangan New York kemarin, harga emas sempat meningkat signifikan karena investor beralih ke aset safe haven setelah pemecatan Direktur FBI oleh Donald Trump. Partai Demokrat mengatakan, Donald Trump memiliki motif politik untuk keputusan tersebut. Sedangkan analis meyakini bahwa tindakan Presiden AS menambah ketidakpastian baru sehingga kenaikan pada pasar saham terhenti sementara.

“Para investor melihat tindakan pemecatan Direktur FBI oleh Trump dapat memicu ketegangan lebih lanjut antara Trump dan partai Demokrat,” ujar Naeem Aslam, analis di Think Markets. Menurut Aslam, hal ini lah yang mendorong investor meminati aset perlindungan seperti logam mulia emas sehingga harga si kuning ini meningkat tipis.

Harga Emas Diprediksi Bisa Meningkat Lagi

Meskipun harga emas saat ini masih berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di kisaran level rendah, salah satu Manager Portofolio investasi di Tocqueville Asset Management, Douglas Groh tetap optimis bahwa permintaan emas dapat meningkat dan solid kembali.

“Pergerakan harga logam mulia emas sangat berkaitan erat dengan tingkat kecemasan pelaku pasar tentang pasar finansial”, kata Douglas Groh. Ia berpendapat bahwa emas akan memiliki performa bagus jika investor khawatir tentang mata uang Dolar, tingkat suku bunga atau mungkin risiko geopolitik global.

Sepanjang tahun 2017 ini terdapat beberapa risiko geopolitik seperti yang terjadi di Eropa dan Korea Utara. Oleh karena itu, para investor mencari aset safe haven dan harga emas cenderung bergerak bullish.

Douglas Groh menilai, meski saat ini para pelaku pasar mulai melihat peluang di aset yang lebih berisiko, ketika tingkat inflasi meninggi dan mata uang Dolar kehilangan nilai-nya, investor akan meminati lagi logam mulia emas.

Sementara itu, kini para investor tengah menunggu rilis data ekonomi AS seperti data Jobless Claims nanti malam dan data inflasi serta retail sales AS besok. Data-data ini dipandang sangat penting untuk mengetahui indikasi tindakan yang akan dilakukan The Fed selanjutnya.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex