EUR/USD Terkonsolidasi, Simpang Siur Ekspektasi Kebijakan ECB

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA  – Euro dan Dolar AS tampak stabil di sesi perdagangan Asia, Rabu (07/Desember) pagi ini karena para trader menantikan hasil rapat ECB besok. Jeda pada hari ini masih menahan Euro di level tinggi terhadap Dolar AS, setelah pergerakan naik turun yang cukup tajam sejak akhir bulan November lalu.

celengan-bank-sentral-eropa


EUR/USD
hanya menunjukkan sedikit perubahan, dengan diperdagangkan pada posisi $1.0720 setelah tergelincir 0.5 persen malam tadi. Pada hari Senin, Euro telah merosot ke angka 1.0505, terendah sejak bulan Maret 2015. Reaksi mata uang tersebut terjadi setelah PM Italia, Matteo Renzi, kalah dalam referendum konstitusional.

Akan tetapi, pair Euro kemudian membalas loss-nya dengan melonjak ke level tinggi 3 minggu di angka 1.0797di hari yang sama dengan kemerosotannya. Salah satu penyebabnya adalah karena skenario politik di Italia masih belum jelas, sehingga posisi Matteo Renzi belum bisa langsung digantikan.

ECB Tapering Atau Extending QE?

“Sebagian pelaku pasar telah memasang target pada Euro menjelang pengumuman Bank Sentral Eropa (ECB), khususnya apabila soal tapering kebijakan disebut-sebut,” kata Kyosuke Suzuki, Direktur Bagian Forex di Societe Generale, Tokyo, yang dirangkum oleh Reuters.

“Kita sudah melihat Euro tertarik mundur kemarin karena sejumlah ekspektasi perpanjangan (program pembelian obligasi ECB) terpangkas.”

Pada hari Jumat, Euro terdorong naik oleh kabar mengenai kemungkinan ECB akan memperpanjang program pembelian asetnya, melebihi target bulan Maret yang dipasang sebelumnya. Namun, sebagian orang juga memperkirakan bahwa pada rapat besok, ECB akan memberikan sinyal formal bahwa program pembelian aset akan diakhiri.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex