FUNDAMENTAL EKONOMI MELAMBAT, PASAR DOMESTIK BERGERAK VARIATIF

shadow

Financeroll??– Pada perdagangan Selasa (2/9) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank sore melemah sebesar 52 poin menjadi Rp 11.745 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 11.693 per dolar AS.? Fundamental ekonomi Indonesia yang masih dibayangi perlambatan pertumbuhan menyusul ekspektasi inflasi yang akan kembali tinggi seiring dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan gas elpiji tabung 12 kg (kilogram) cukup membebani laju nilai tukar rupiah.? Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mendarat di level 5.200 setelah mempertahankan momentum penguatan sejak pagi tadi. Aksi beli di saham unggulan membawa indeks naik 23 poin.

Meningkatnya ?harga BBM dan gas elpiji akan membuat inflasi tinggi, kemungkinan pelaku pasar uang di dalam negeri merespons sentimen itu.? Di sisi lain,? data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus pada bulan Juli 2014 sebesar 123,7 juta dolar AS tidak didukung dari kenaikan ekspor.? Belum meningkatnya kinerja ekspor akan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.?? Aksi tunggu investor terhadap susunan kabinet pemerintahan baru mendatang masih dinanti pasar. Situasi yang belum pasti itu menambah beban bagi mata uang rupiah untuk berada di area positif.

Diharapkan setelah diumumkannya kabinet baru nanti, pelaku pasar uang akan menyambut positif.?? meski? demikian, ia mengatakan bahwa rentang pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih cukup stabil menyusul aliran dana asing yang masuk ke Indonesia seperti pasar saham dalam beberapa hari terakhir cukup mampu menopang mata uang domestik tidak tertekan lebih dalam.? Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada hari Selasa ini (2/9), tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 11.734 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 11.710 per dolar AS.

Dari bursa saham, indeks masih bisa menguat meski tanpa bantuan sentimen dari pasar global. Saham-saham yang kemarin masih stagnan kini menguat berkat aksi beli.? Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 14,447 poin (0,28%) ke level 5.192,065. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli.? Indeks sempat menanjak hingga ke titik tertingginya di level 5.201 sebelum penguatannya melambat. Sektor perkebunan memimpin penguatan setelah kemarin terkena koreksi paling tajam.

Pada akhir perdagangan, Selasa (2/9), IHSG menanjak 23,968 poin (0,46%) ke level 5.201,586. Sementara Indeks LQ45 melaju 5,424 poin (0,62%) ke level 885,528.? Sembilan sektor industri di lantai bursa berhasil menguat, kecuali sektor tambang yang kena aksi jual. Sektor agrikultur memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari satu persen.Tercatat perdagangan kemarin ?berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 203.186 kali dengan volume 7,211 miliar lembar saham senilai Rp 4,613 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 140 turun, dan 103 saham stagnan.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/fundamental-ekonomi-melambat-pasar-domestik-bergerak-variatif/