RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Yield Treasury dan Dolar AS Terus Membebani Harga Emas

© Reuters.  Futures emas lebih rendah selama sesi AS

Rifan Financindo Pekanbaru – Jakarta, 08/02/2018  Harga emas turun ke posisi terendah dalam lima minggu karena dolar terus berlanjut di tengah kenaikan tajam imbal hasil Treasury.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada hari Rabu harga emas bergerak turun dari $1.332,10 ke $1.311,25 kemudian berakhir di $1.318,25 atau lebih rendah 0,45% dibandingkan penutupan di sesi sebelumnya.

Data CNBC menunjukkan pada Kamis pagi Indeks Dolar AS (DXY) melonjak 0,84% ke 90,34. Greenback telah diuntungkan karena para investor akhirnya lebih menyukainya ketimbang euro dan mata uang ekonomi lain yang terlihat tumbuh lebih cepat daripada AS.

“Indeks dolar yang terus meningkat terus mendorong likuidasi pada emas dan logam mulia lainnya,” kata Phillip Streible, pakar strategi perdagangan komoditas senior di RJO Futures.

“Emas tidak selalu menjadi aset safe haven, apalagi saat suku bunga naik dengan cepat,” imbuh Streible.

Namun pandangan berbeda datang dai para analis lainnya, salah satunya adalah Carlo Alberto De Casa, analis utama di Activtrade yang mengatakan, “Apa yang kita lihat sekarang (di pasar saham) hanyalah sebuah koreksi, dan dolar masih melemah (jangka panjang).”

“Saya mengharapkan emas bertahan di atas $1.300 dalam beberapa bulan ke depan. Masalah bagi emas adalah kenaikan empat tingkat suku bunga (AS), tapi saya tidak percaya (itu akan terjadi). Pada tahap ini inflasi masih terkendali,” De Casa menambahkan.

Obligasi AS 10-tahun naik ke level tertinggi empat tahun dan memicu pergerakan yang dolar AS yang lebih tinggi, menekan harga emas ke posisi terendah lima minggu menyusul berita bahwa Senate menyetujui sebuah kesepakatan anggaran.

Para pemimpin di Senate mencapai kesepakatan anggaran utama yang akan meningkatkan jumlah pengeluaran, kata Pemimpin Mayoritas Senate Mitch McConnell pada hari Rabu.

Aset dalam mata uang seperti emas sensitif terhadap pergerakan mata uang AS di mana kenaikan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang asing dan dengan demikian mengurangi permintaan.

Faktor lain yang juga membebani logam kuning adalah permintaan terhadap aset safe haven yang lebih rendah di tengah berkurangnya ketidakpastian geopolitik menyusul laporan bahwa aliansi Kristen Kanselir Jerman Angela Merkel dan Demokrat Sosial (SPD) menyetujui sebuah kesepakatan koalisi, yang membuka jalan bagi pemerintahan baru.

Dalam perdagangan logam mulia lainnya, perak berjangka turun 1,87% menjadi $16,27 per troy ounce, sementara platinum futures turun 1,27% menjadi $981,70. Tembaga berjangka turun 3,07% menjadi $3,09.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : ForexSignal88