GDP AS Kuartal 3 Melonjak Melewati Estimasi, Investor Nantikan NFP

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Data fundamental yang rilis pada hari Selasa (29/11) malam datang dari laporan GDP AS untuk kuartal 3 tahun 2016 yang melonjak melebihi estimasi. Hal tersebut menjadi bukti semakin membaiknya perekonomian negeri Paman Sam sehingga tidak ada alasan lagi bagi Federal Reserve untuk menaikan suku bunga acuan pada bulan Desember mendatang.

GDP AS Kuartal 3 Melonjak Melewati

Ekonomi AS tumbuh secara menyakinkan selama kuartal ketiga sebesar 3.2 persen, lebih baik daripada estimasi ekonom sebelumnya melalui jajak pendapat Reuters. Sedangkan  GDP sebelumnya tumbuh 2.9 persen. Dengan kata lain data yang rilis malam ini menunjukan kemajuan yang positif perekonomian negara adidaya tersebut.

Gross Domestic Product kuartal ketiga yang berakhir pada bulan September lalu ternyata menoreh rekor pertumbuhan tercepat dalam 2 tahun, perekonomian AS berakselerasi lebih cepat. Beberapa faktor yang menyebabkan melonjaknya GDP kuartal ketiga tersebut dikarenakan semakin solidnya kondisi pasar tenaga kerja serta consumer spending rumah tangga AS juga ikut mendongkrak laju GDP, ditengah lesunya iklim investasi bisnis AS belakangan ini.

Kondisi GDP yang terus tumbuh sepanjang tahun 2016 ini diyakini bisa meningkatkan proyeksi kenaikan suku bunga The Fed untuk kali kedua karena semakin mendekati target The Fed terutama tingkat Inflasi dimana sebelumnya pada Desember 2015 lalu, Bank Sentral AS telah melakukan pengetatan moneter pertama kali dalam kurun hampir satu dekade terakhir

Pasca rilis data GDP AS kuartal ketiga tersebut, pergerakan Greenback terpantau sedikit melemah terhadap berbagai mata uang major, namun tetap berada dalam trend bullish. Pair EUR/USD masih berada dekat level terendah 1 tahun dan diperdagangkan pada level 1.0574 sedangkan Sterling menguat cukup signifikan terhadap Greenback, berada di level 1.2492 namun berdasarkan grafik TF Daily, GBP/USD masih dalam tahap konsolidasi. Fokus investor pekan ini tertuju pada laporan NFP yang dijadwalkan rilis 2 Desember mendatang. (Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT. Rifan financindo berjangka pekanbaru

Sumber : seputarforex