GDP AS Membaik

Rifan Financindo Berjangka ? Peningkatan GDP AS tumbuh naik pada kuartal pertama, seperti yang dilaporkan data hari ini, Selasa (28/6).

Dirilis oleh Bureau of Economic Analysis, Ekonomi AS naik ke level 1.1% dari kuartal sebelumnya di level 0.8%. Para analis mremproyeksikan secara musiman naik di level 1.0%. Sedangkan final GDP price indeks terpantau menurun di level 0.4% dari 0.6%.

Nilai ekspor sebenarnya mengalami kenaikan sedikit daripada investasi bisnis seperti dari sebelumnya. Perubahan tersebut menyumbang revisi ke atas pada nilai GDP. Catatan negatifnya, pembelanjaan konsumen direvisi untuk menunjukkan keuntungan terkecil dalam dua tahun.

Mata uang Yen tertunduk di hadapan The Greenback lantaran semakin kuatnya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Mengutip Bloomberg, Jumat (27/5) pasangan USD/JPY menguat 0,5% ke level 110,31 dibanding sehari sebelumnya.

Analis PT SoeGee Futures, Nizar Hilmy memaparkan, Jepang gagal meyakinkan tujuh negara maju dunia atau G7 untuk mengeluarkan pernyataan resmi bahwa terjadi krisis global. “Jepang juga ingin mendapatkan izin dari negara G7 untuk melakukan intervensi terhadap penguatan Yen,” paparnya.

Di saat yang sama, data ekonomi Jepang yang dirilis akhir pekan lalu yakni Tokyo Core CPI bulan Apil turun ke level minus 0,5% dari sebelumnya minus 0,3%. Hal tersebut menjadi pemberat JPY di hadapan USD.

Di sisi lain, The Greenback melaju setelah Prelim GDP Amerika Serikat kuartal I-2016 naik menjadi 0,8% dari sebelumnya 0,5%. Pergerakan USD/JPY awal pekan akan dipengaruhi oleh pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen pada Sabtu dini hari (28/5). Yellen menyatakan kenaikan suku bunga The Fed mungkin tepat dilakukan pada bulan depan jika data ekonomi membaik.

Sementara pada Senin (30/5) Jepang akan merilis data Retail Sales bulan April dengan prediksi minus 1,2% dari sebelumnya minus 1%. Nizar menduga USD/JPY dapat menguat namun akan terbatas mengingat adanya libur nasional di AS.(Mbs – Rifan Financindo Berjangka).

Sumber :?financeroll