Gejolak Pemerintahan Trump Dorong Harga Emas Menguat

Rifanfinancindo Pekanbaru – Pelemahan di sektor ekuitas dan ambruknya kurs Dolar ke level terendah 13 bulan menyebabkan harga emas meningkat lagi. Harga emas di sesi Asia pada hari Senin (24/07) menyentuh level tinggi empat pekan, sementara bursa saham Asia di sesi pagi ini yang terpantau melandai gegara berkurangnya permintaan untuk aset berisiko lebih tinggi.

Gejolak Pemerintahan Trump Dorong Harga Emas Menguat

Saat berita ini ditulis, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember pada Comex New York Mercantile Exchange menguat ke level harga 1,260 Dolar AS per troy ons dan harga emas spot XAU/USD mengalami kenaikan menjadi di kisaran level harga 1,254 Dolar AS. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk turut meningkat ke level Rp 594,000 dan harga buy back naik ke level harga Rp 530,000.

Harga Emas Meninggi Di Tengah Kekacauan Politik AS

Selama sesi perdagangan Jumat pekan lalu, harga emas terpantau naik, meningkat tajam hingga dua persen lebih. Kondisi ini terjadi sejalan dengan kekacauan di Gedung Putih yang menyebabkan kurs Dolar melemah dan mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven meninggi.

Mata uang Dolar AS melemah ke level rendah 13 bulan terhadap beberapa mata uang mayor lain. Kekacauan situasi politik AS membuat suram ekspektasi pasar tentang implementasi rencana kebijakan ekonomi seperti reformasi pajak dan stimulus.

“Salah satu anggota staf dalam tim kerja Presiden AS yang mengundurkan diri dan adanya investigasi tentang keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 lalu merupakan alasan kenaikan tajam emas akhir pekan lalu”, ucap Naeem Aslam, Kepala Analis pasar di broker ThinkMarkets Inggris.

Pengunduran Diri Sean Spicer

Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spicer, pada hari Jumat minggu lalu mengundurkan diri setelah mengatakan pada Trump bahwa ia tidak setuju dengan penunjukkan Anthony Scaramucci sebagai Direktur Komunikasi di Gedung Putih. Pengunduran diri Sean Spicer ini menunjukkan adanya peningkatan ketegangan dan gejolak dalam pemerintahan Donald Trump, yang berpotensi membuat agenda-agenda lain terhambat.

Berita tersebut juga muncul seiring dengan semakin riuhnya skandal hubungan Donald Trump dan Rusia, sehingga mendorong para trader mencari aset investasi yang lebih aman seperti logam mulia emas.

“Dolar saat ini benar-benar berada di bawah tekanan yang serius dan hal ini menguntungkan emas karena emas terdorong meninggi”, ujar Naeem Aslem. Ia berpendapat, apabila kurs Dolar terus menunjukkan pelemahan, harga emas dapat melanjutkan bullish-nya dan bisa menyentuh level harga 1,300 Dolar.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex