Golden Cross, Harga Emas Kembali Meniti Tren Bullish

Rifan Pekanbaru – Kenaikan harga emas terus berlanjut hingga sesi perdagangan Selasa pagi ini (23/5). Pelemahan kurs Dolar AS mendorong harga emas naik ke level tertingginya dalam tiga pekan dan mencetak sinyal Golden Cross, setelah pekan lalu sempat meningkat 2.1% akibat gejolak politik di Washington.

Harga Emas

Harga Emas Ciptakan Golden Cross
Pada hari Senin, Moving Average dengan periode 50 (MA-50) naik di atas Moving Average dengan periode 200 (MA-200) pada chart XAU/USD timeframe Daily. Dalam istilah teknikal, sinyal ini dikenal sebagai Golden Cross, dan merupakan sinyal bullish yang cukup signifikan. Golden Cross menunjukkan bahwa sebuah aset berperforma sangat baik dalam jangka pendek, sehingga bisa membalikkan downtrend yang telah berlangsung dalam jangka waktu lebih panjang.

Golden Cross

Pada hari yang sama, harga kontrak emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni naik 0.62 persen ke $1,261.40 per ons. Dan saat berita ini ditulis, Gold Spot (XAU/USD) sudah mencapai harga 1262.50.

Akan tetapi, ada kekhawatiran terkait kenaikan harga emas kali ini.

“Pada hemat saya, emas masih dalam kondisi ketat, membentuk pola Pennant antara kenaikan level support 16 tahun dan penurunan level resisten 6 tahun,” kata Chris Kimble, pendiri Kimble Charting Solutions, dalam sebuah catatan yang dikutip CNBC.

“Pola Pennant cenderung membuat frustasi baik sisi bullish maupun bearish, karena kecilnya kemajuan yang dihasilkan, (dan) hanya trader kilat yang menghasilkan uang dalam pola ini,” lanjut Kimble,”Pola Pennant tidak memberi sinyal arah mana yang akan diambil oleh sebuah aset. (Walaupun) memang secara historis mensinyalkan bahwa ketika breakout atau breakdown akan terjadi, itu biasanya sangat besar.”

Fundamental Masih Fokus Suku Bunga AS
Dari sisi fundamental, belum banyak perubahan. “Dolar AS terus berada di bawah tekanan di tengah berlanjutnya kontroversi politik seputar pemerintahan Trump,” ujar James Wood, analis investasi global di Rivkin, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh MarketWatch, “Namun, ini kemungkinan tidak akan menghalangi (Federal Open Market Commitee/FOMC) menaikkan suku bunga dalam pertemuannya (di bulan Juni).”

Pasar keuangan kini menilai ada 70% probabilitas akan dilakoninya kenaikan suku bunga oleh komite kebijakan moneter bank sentral AS tersebut pada pertengahan Juni. Persentase itu sudah menurun dari nyaris 100% probabilitas yang dilaporkan pada awal bulan ini, tetapi menampilkan betapa mayoritas pelaku pasar masih meyakini akan dinaikkannya Fed Rate. Padahal, emas yang memberikan imbal hasil tidak dalam bentuk bunga, akan pupus daya tariknya bila perubahan kebijakan tersebut dijalankan.

Notulen dari rapat FOMC terakhir yang dihelat dua minggu lalu, akan dirilis pada hari Rabu esok. Pelaku pasar akan mengamati kalau-kalau ada petunjuk mengenai rencana bank sentral AS berikutnya.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex