Goldman Sachs Menilai Ada Potensi Pelemahan Aussie

Rifanfinancindo Pekanbaru – Dolar Australia menerima dorongan naik yang cukup solid dari hasil survei Kepercayaan Bisnis Australia yang diumumkan Selasa (10/Okt) pagi ini. AUD/USD diperdagangkan pada kisaran 0.7780, naik 0.39 persen dari posisi sebelumnya. Perusahaan-perusahaan di Australia merasa percaya diri dengan kondisi bisnis saat ini. Mereka yakin kondisi bisnis masih bisa terangkat naik dari penurunan yang terjadi pada bulan Agustus lalu.

dolar-australia

Hasil Survei Kepercayaan Dan Kondisi Bisnis Australia Membaik

Survei bisnis bulanan yang dilakukan oleh NAB untuk bulan September menunjukkan bahwa Kondisi Bisnis Australia masih stabil di level +15. Artinya, ini merupakan yang ketigakalinya Kondisi Bisnis berada dalam rentang rata-rata.

Penurunan tajam dalam Kepercayaan Bisnis bulan Agustus juga mulai berbalik di bulan September. Tampak ada penambahan sebanyak 2 poin, sehingga Kepercayaan Bisnis Australia pada bulan September berada pada posisi +7. Penurunan yang terjadi sebelumnya disebabkan oleh meningkatnya tensi geopolitik dengan Korea Utara.

Kepala Ekonom NAB, Alan Oster, mengatakan bahwa kendati Kepercayaan Bisnis merangkak naik ke level rata-rata pada bulan September, faktor-faktor geopolitik kemungkinan dapat menyebabkan volatilitas yang lebih tinggi lagi dalam data tersebut. Outlook fluktuasi kemungkinan dapat menghadapi tantangan, terutama pada segi rencana rekruitmen karyawan dan investasi bisnis.

RBA Tak Mau Lonjakkan AUD Dengan Kabar Rate Hike

Data ekonomi Australia hari ini memang menjadi kabar yang cukup baik bagi Dolar Australia, namun perlu diingat bahwa data Labour Cost mengalami penurunan pertumbuhan ke level 1 persen, dari level 1.2 persen pada bulan Agustus. Menurut Philip Moffit, Kepala Fixed Income dari Goldman Sachs, pihaknya masih melihat adanya potensi penurunan bagi Dolar Australia, di tengah lambannya kenaikan suku bunga RBA dalam beberapa bulan ke depan.

“(Bank Sentral) Australia akan mengetatkan kebijakan moneter dengan lambat,” kata Moffitt. “Mereka (Bank Sentral Australia) masih tak nyaman dengan fakta bahwa jika mereka mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga, maka bukan tak mungkin nilai tukar Dolar Australia akan melonjak.” ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifanfinancindo 

Sumber : seputarforex