Goldman Sachs: Reli Emas Bukan Karena Korea Utara, Tapi Trump

 di Semenanjung Korea serta komentar pejabat The Fed yang dinilai dovish karena menganggap inflasi AS rendah, turut menjadi pemberat kenaikan Dolar AS, sehingga menopang harga emas.

harga-emas

Emas spot hampir tidak berubah pada kisaran $1,338.10 per troy ons pada pukul 13:41 WIB, setelah menyentuh level tertinggi sejak bulan September 2016 di sesi sebelumnya. Sementara itu, harga emas futures untuk pengiriman Desember, berada pada harga $1,343 per troy ons, turun 0.1 persen dari level sebelumnya.

Sementara untuk harga Emas ANTAM, berada pada level Rp619,000 per gram dengan harga buyback di Rp559,000 per gram

“Kita sedang disetir oleh headlines (gejolak di Korea Utara) dan lemahnya Dolar AS karena alasan fundamental. Jadi, saya sedikit waspada pada level-level ini,” kata Jeffrey Halley, analis senior di OANDA. “Menurut saya, kabar-kabar utama tentang Korut memang dapat menyebabkan lonjakan jangka pendek, tapi saya tak akan terkejut apabila emas jadi kehilangan sedikit momentum.”

Analis lain dari Reuters memprediksikan bahwa emas spot akan menguji resisten pada level $1,345 per ons. Sedangkan Halley OANDA menambahkan lagi bahwa dalam gambaran teknikal, emas sebetulnya sudah sangat overbought. Bisa-bisa terjadi koreksi ke level $1,300-1,310.

Bukan Korea Utara, Tapi Amerika Serikat

Goldman Sachs justru mengungkapkan prediksi yang lain dalam menyikapi harga emas saat ini. Menurut salah satu institusi keuangan terkemuka dunia tersebut, reli emas saat ini tidak ada kaitannya dengan tensi Korea Utara. Kalaupun ada, porsinya sangat kecil, yakni hanya $15 dibandingkan dengan reli lebih dari $100 yang terbentuk.

Menurut Goldman Sachs, ketidakpastian politik AS yang diakibatkan oleh Donald Trump-lah yang lebih berkontribusi pada reli emas. “Menurut temuan kami, peristiwa-peristiwa di Washington dalam dua bulan terakhir justru memainkan peran yang sangat besar atas reli emas yang disusul oleh melemahnya Dolar AS,” kata Goldman Sachs yang dikutip oleh CNBC.

Oleh sebab itulah, Goldman Sachs menambahkan, emas tidak akan mempertahankan perolehannya saat ini dalam waktu lama. Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Trump-lah yang akan menjadi proxy bagi risiko-risiko politik di AS, khususnya dalam kaitannya dengan suku bunga dan harga emas. Dalam pengamatan Goldman Sachs, hal itu sudah berkontribusi 85 persen pada harga emas.

Goldman Sachs juga memperingatkan bahwa dari AS masih ada beberapa event penting yang patut diamati. Tentunya dalam hubungannya dengan reli emas. Di antaranya adalah dampak dari Badai Harvey, penyusunan anggaran belanja AS yakni tentang keberlanjutan debt-ceiling yang dapat berujung pada goverment shutdown, serta pengejaran proyek-proyek infrastruktur yang perlu dikebut.( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifan Financindo
 
Sumber : seputarforex