Greenback kembali berkibar pasca FOMC

Rifan Financindo Berjangka?- Mata uang dolar Amerika pada perdagangan di pasar Asia ini masih mempertahankan penguatannya terhadap major currencies lainnya sebagai imbas dari ?hasil federal reserve AS meeting. Pada pertemuan tersebut Fed AS masih mempertahankan tingkat suku bunga 0.25 basis poin, namun dari sikap pimpinan Fed AS yang telah memberikan clue akan solidnya perekonomian Amerika akhir-akhir ini bisa di interpretasikan bahwa wacana kenaikan suku bunga Fed belum memudar.

Banyak pihak berspekulasi mengenai waktu realisasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tersebut, indikator utama terkait masalah ini adalah penurunan angka pengangguran dan terkendalinya angka inflasi. Jika kedua data ekonomi ini kedepannya terus membaik maka bisa dipastikan fed AS akan mewujudkan kenaikan suku bunganya. Adapun rumor yang telah berkembang adalah bulan Juni atau paling lambat bulan Kktober untuk realisasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika ini.

Mata uang euro kembali tergelincir menyusul keraguan atas sikap Yunani terkait akan kebijakan ekonominya, disatu sisi pihak Yunani telah mengisyaratkan akan mempertahankan di zona eropa namun mengenai kebijakan bailout nampaknya ini yang telah menjadi hambatan dan keraguan para investor. Masalah rendahnya angka inflasi di Eropa tetap akan menjadi faktor dominan yang memberatkan kebangkitan perekonomian Eropa untuk pulih dari tekanan..

Yen menjadi salah satu mata uang yang bisa bertahan dari tekanan karena tarik menarik sentimen safe heaven currency ditengah keterpurukan harga minyak dunia ?dan hasil dari FOMC sendiri. Sedangkan mata uang dolar Australia kembali terpuruk karena spekulasi akan kebijakan RBA yang membuka peluang mengikuti jejak bank sentral lainnya dnegan melonggarkan kebijakan moneternya.

Untuk perdagangan hari ini tidak banyak data ekonomi yang diperkirakan bisa mempengaruhi pergerakan pasar hanya ada data prelim CPI Jerman dengan estimasi akan menurun, data unemployment Jerman diproyeksikan menurun ,? data CBI U.K diperkirakan akan menurun sedangkan data dari Amerika sendiri yaitu unemployment claims diperkirakan bisa membaik.

Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan dolar AS berpeluang bisa menguat kembali terhadap major currencies lainnya. Hasil dari FOMC dini hari tadi yang telah menyiratkan solidnya perekonomian Amerika dalam beberapa bulan terakhir ini terutama turunnya angka pengangguran telah menjadi sinyal positif bagi para investor untuk mendorong greenback menggeliat kembali. Wacana kenaikan suku bunga federal reserve AS untuk tahun ini tetap akan memainkan peranan kunci dominasi dolar Amerika ini.

Sumber :?http://financeroll.co.id/expert-comment/greenback-kembali-berkibar-pasca-fomc/