Harga Emas Bergolak Karena Kabar China Khawatir Minsky Moment

PT Rifan Financindo Pekanbaru – Harga Emas melandai pada sesi perdagangan Asia hari Jumat pagi ini (20/Oktober), setelah sempat melonjak kemarin malam menyusul pernyataan mengejutkan dari Gubernur Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBoC), Zhou Xiaochuan. Saat ini, pasar masih terombang-ambing antara risiko global dan kondisi ekonomi AS yang cukup prima dan kondusif untuk mendongkrak suku bunga lagi.

Harga Emas Bergolak

Minsky Moment

Saat berita ditulis, harga Emas untuk pengiriman bulan Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange telah selip 0.31% ke $1.286.01 per troy ons. Gold Spot XAU/USD menurun 0.48% ke 1283.94 per troy ons. Namun, harga Emas Antam di gerai LM Jakarta Pulogadung terimbas oleh kenaikan harga kemarin, sehingga naik ke dari Rp622,553 ke Rp627,598 per gram. Demikian pula harga buyback pulih ke Rp558,000 dari Rp553,300 pada hari Kamis.

Pada hari Kamis, aksi jual mewarnai bursa-bursa di Asia setelah Gubernur PBoC , Zhou Xiaochuan, memperingatkan akan bahaya “optimisme berlebihan”. Ia menekankan pentingnya berfokus untuk mencegah utang dan leverage yang terlalu besar dan bisa mengakibatkan Minsky Moment.

Minsky Moment adalah titik kritis ketika siklus bisnis atau siklus kredit pecah, sehingga nilai-nilai aset finansial dan riil kolaps karena sebelumnya menggembung (booming) akibat tindakan-tindakan spekulatif menggunakan uang pinjaman.

Dahulu, banyak pihak mengasumsikan bahwa krisis semacam itu tidak akan terjadi pada sistem finansial yang dikendalikan negara sebagaimana berlangsung di China di mana perbankan dikontrol oleh Partai Komunis. Namun, Zhou mengatakan pada China Daily bahwa spekulasi dan property bubble dapat mengakibatkan risiko finansial sistemik, diperburuk oleh berbagai produk wealth management dan pinjaman rentenir. Ia juga mewanti-wanti bahwa utang korporasi telah mencapai level yang tinggi dan mengkhawatirkan, sedangkan pemerintah lokal menggunakan berbagai trik untuk menghindari pembatasan kredit yang telah ditetapkan.

Kondisi Ekonomi AS Tetap Prima

Harga Emas melonjak beberapa saat menyusul beredarnya kabar pernyataan Zhou tersebut. Namun, kembali melandai setelah sejumlah data ekonomi AS memunculkan profil cemerlang.

Indeks Manufaktur FED Philadelphia bulan Oktober melonjak ke 27.9, jauh di atas ekspektasi 22.0 maupun rekor periode sebelumnya pada 23.8. Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa pengajuan Klaim Pengangguran untuk periode sepekan yang berakhir pada 13 Oktober hanya berjumlah 222,000, lebih rendah dari perkiraan 240,000 maupun catatan pekan sebelumnya pada 244,000.

Data-data tersebut menahan sentimen pasar pada Emas di wilayah negatif, karena kuatnya prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. Apalagi, Presiden Donald Trump masih diperkirakan akan memilih pimpinan bank sentral yang berpandangan hawkish. Sebagaimana diketahui, Emas sangat sensitif pada perubahan suku bunga maupun penguatan Dolar AS, karena investor dan spekulan cenderung memilih aset berisiko lebih tinggi jika suku bunga dan atau Dolar AS terapresiasi. ( Mbs-rifan financindo berjangka )
Lihat :  PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex