0

RIFANFINANCINDO | Harga Emas Bergolak Tanggapi Deklarasi Trump Soal Jerusalem

RIFANFINANCINDO PEKANBARU – Gold Spot XAU/USD pada Kamis pagi ini (7/Desember) bergerak fluktuatif dari pembukaan 1,263.16, anjlok ke level rendah 1260.10, kemudian melesat hingga mencapai 1264.10 sebelum berbalik melandai kembali. Saat berita dirilis, tipe aset yang banyak diperdagangkan trader forex ini berada pada posisi naik 0.03% ke 1,263.76 di Bloomberg.

Sementara itu, menurut laporan BullionVaultharga Emas batangan meroket sebesar 6 Dolar AS dari level terendah sembilan bulan yang dihuninya pada hari Selasa, ke $1261.80 per ons. Harga Emas Antam di LM Jakarta Pulogadung juga naik Rp2,000 dari Rp614,000 per gram ke Rp616,000 per gram, dengan harga buyback dipatok pada Rp549,000.

Pergolakan harga Emas disinyalir berhubungan dengan keputusan Presiden Donald Trump untuk mendeklarasikan pengakuan atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada dini hari tadi. Keputusan tersebut memanen kemarahan dari berbagai pihak di dalam dan di luar Amerika Serikat, serta meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump - ilustrasi

Donald Trump Obrak-Abrik Upaya Damai

Selain menyampaikan pengakuan resmi Jerusalem sebagai ibu kota Israel, Trump juga mengumumkan pemindahan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Jerusalem. Langkah tersebut melanggar perjanjian damai antara Israel dan Palestina yang sejauh ini diakui oleh para presiden Amerika Serikat. Trump berdalih, keputusannya merupakan “pengakuan atas sejarah dan realita” karena Jerusalem sudah lama menjadi lokasi gedung Parlemen, Mahkamah Agung, dan kantor Perdana Menteri Israel.

Menanggapi langkah provokatif itu, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan pengumuman Trump sebagai “deklarasi pengunduran diri” Amerika Serikat dari proses damai di kawasan tersebut.

Pimpinan HAMAS, Ismail Haniyeh, juga bereaksi keras, “Masyarakat Palestina kami dimana saja tidak akan membiarkan konspirasi ini berlalu, dan opsi mereka adalah terbuka dalam membela tanah dan tempat suci mereka.”

Ismail Haniyeh dan Mahmoud Abbas - ilustrasi

Para pemimpin negara lain turut menyatakan ketidaksetujuan mereka. Paus Francis menghimbau agar status quo di kawasan tersebut dihormati. Raja Salman dari Arab Saudi menyampaikan bahwa pengumuman Trump merupakan provokasi mencolok bagi Muslim di seluruh dunia. PM Theresa May dari Inggris menyatakan ketidaksetujuan pada pengumuman Trump secara terbuka, sementara Sekjen PBB Antonio Guterres menyebutnya “dapat mengobrak-abrik prospek perdamaian antara Israel dan Palestina“.

Palestina telah lama mengklaim Jerusalem Timur sebagai ibu kota, meski statusnya sebagai negara merdeka belum diakui oleh PBB. Oleh karena baik Palestina maupun Israel sama-sama mengklaim kota suci tiga agama itu, maka pembahasannya selalu ditunda dalam setiap upaya negosiasi damai, dan negara-negara di dunia umumnya mengakui Tel Aviv sebagai ibu kota Israel. Dengan demikian, tindakan Trump kali ini sekaligus membongkar semua upaya damai yang telah dilakukan selama berpuluh-puluh tahun.

Pemerintah AS Terancam Shutdown

Di sisi lain, terlepas dari aksi Presiden Donald Trump tersebut; rencana reformasi pajak AS dan kenaikan suku bunga Federal Reserve yang diharapkan dapat diluncurkan dalam bulan Desember ini, kembali menghadapi tantangan. Suspensi batas atas utang pemerintah AS dijadwalkan kadaluwarsa pada hari Jumat besok, sementara rencana anggaran dan belanja untuk tahun fiskal yang akan datang belum disahkan. Hal ini menimbulkan risiko akan terjadinya government shutdown, atau ditutupnya semua layanan pemerintah AS karena ketiadaan anggaran yang sah.

Sejumlah analis juga mulai memandang dampak rencana reformasi pajak AS bagi logam mulia dalam perspektif yang tidak terlalu negatif. Sebagaimana disampaikan oleh Jonathan Butler dari konglomerasi Mitsubishi, “Dengan risiko reformasi (pajak) menggerogoti anggaran (dan) mendorong defisit anggaran AS meroket, logam mulia dan emas masih bisa mempertahankan sejumlah dukungan dari upaya hedging atas risiko yang membuntutinya.”

Sedangkan analis Seputarforex, Erik Tri Cahyo, mengatakan dalam catatannya pagi ini mengenai pergerakan harga emas dalam kerangka waktu lebih dekat, “Pergerakan terbatas emas nampaknya dikarenakan karena para investor sedang mewaspadai beberapa momentum penting pada bulan ini. Oleh karena itu, emas nampaknya masih menunggu momentum fundamental tersebut sebelum dapat menentukan pergerakannya. Momentum fundamental terdekat yaitu laporan Payroll yang dirilis Depnaker AS esok.”  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifanfinancindo 

Sumber : seputarforex

Tinggalkan Balasan