RIFAN FINANCINDO | Harga Emas Capai Tertinggi 3 Bulan, Dolar AS Tertekan

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Harga emas mengalami kenaikan signifikan di 3 sesi market pada hari Jumat kemarin (12/Januari). Kenaikan ini meneruskan perjalanan selama sepekan kemarin hingga menembus harga 1300 USD per troy ounce-nya.

Dilansir dari COMEX, harga emas sudah berada pada kisaran 1,338.30 USD setelah sempat mencapai new high pada 1,340.00 USD per troy ounce-nya. Kenaikan ini hampir menyamai kenaikan tertinggi di September 2013 kemarin yang hampir mencapai 1,357.30 per troy ounce-nya.

Harga emas naik

Tertekannya Dollar AS

Naiknya harga emas dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah menguatnya Euro terhadap Dolar AS hingga EUR/USD sempat mencapai level tertinggi 3 tahun pada hari Jumat lalu. Penguatan Euro tersebut didukung oleh harapan bahwa Euro Central Bank akan mulai untuk mengurangi program stimulus monoternya dan normalisasi kebijakan akan segera dimulai. Hal ini memberikan ekspektasi ke pasar bahwa era dovish stance akan segera berakhir.

Kuatnya Euro terhadap Dolar AS ini membuat Index Dolar AS (DXY) turun sebesar 1.13% ke 90.62, dimana level ini merupakan level terendah sejak Januari 2015. Dengan melemahnya Dolar AS ini, harga emas akan menjadi lebih murah untuk para pembeli di luar AS.

Sejak kenaikan suku bunga dari Fed Desember lalu, harga emas telah melakukan rally mendekat 6%. Pasalnya, berbagai kabar negatif cenderung melemahkan Dolar AS, meskipun bank sentralnya menaikkan suku bunga.

Banyaknya Kekhawatiran Pada Pasar Emas

Menurut Peter Hug, Global Trading Director dari Kitco Metals, dirinya masih menunggu untuk kejelasan lebih untuk harga emas ini. Hug menyatakan, “Saya belum sepenuhnya bull pada pasar emas ini. Saya ingin melihat harga penutupan bertahan di atas level 1,322 USD dulu agar momentum untuk ke atas bisa dipastikan. Level tersebut sudah gagal ditembus 3 kali. Jadi sebelum level tersebut clear, saya masih netral dalam pasar ini.”

Hug menambahkan, “Jika suku bunga AS naik, dan pertumbuhan AS bisa mencapai 3%, harga emas saat tidak akan bertahan lama di atas level 1,320 USD. Harga mungkin akan berangsur turun dan berada di bawah level 1,200 USD per troy ounce-nya.”

Menurut Hug, fakta bahwa saat ini harga emas berada pada kisaran di atas 1,315 USD, mengindikasikan adanya kekhawatiran tentang proyeksi pasar ini dan ada uang besar yang sedang bermain di balik ini.

Pada saat berita ini ditulis pada pertengahan sesi Asia hari Senin (15/Januari), harga emas berada pada kisaran level 1,341.10 USD per troy ounce-nya, dan telah naik sebanyak 0.46% dari harga pembukaan hari ini. Kenaikan tersebut diikuti beberapa logam lain seperti harga perak yang telah naik sebesar 1.04% dari harga pembukaan dan berada pada 17.315 USD; serta tembaga yang telah naik sebesar 1.02% pada 3.256 USD per pound-nya. Di Indonesia, harga emas batangan mencapai 635,000 Rupiah hari ini, setelah hari Sabtu lalu mencapai 636,000 Rupiah per Gramnya.

Menilik seminggu ke depan, berikut beberapa event yang dapat mempengaruhi pergerakan harga komoditi ini bisa dilihat pada rekap 15 Januari sampai dengan 19 Januari disini.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifan Financindo
Sumber : seputarforex