Harga Emas Didera Penurunan Lagi Pasca Rilis Data GDP AS

PEKANBARU – Harga emas pada hari Jumat di sesi Asia (23/12) terpantau melemah lagi dalam tiga sesi berturut-turut di tengah ekspektasi kuat bahwa bank sentral AS akan kembali memutuskan untuk menaikan tngkat suku bunga-nya pada tahun 2017 nanti. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD berada di kisaran level harga 1,130 Dolar AS. Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turut mengalami penurunan dari sebelumnya di level harga Rp 584,000 menjadi Rp 584,000.

Harga Emas Didera Penurunan Lagi Pasca Rilis GDP AS

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari melandai ke level 1,131 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret diperdagangkan di level 15.88 Dolar AS per troy ons dan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret mengalami penurunan menjadi 2.499 Dolar AS per pound.

Pada sesi perdagangan hari Kamis kemarin, harga emas terus melemah pasca rilis rentetan data ekonomi AS yang di atas ekspektasi. Menurut beberapa analis, logam mulia emas kini cenderung mendekati level terendahnya karena secara berkelanjutan bergerak sideways. Selain itu, penurunan harga emas kemarin juga menambah poin pelemahan dalam penurunan Desember.

Data AS Terangkum Apik, Emas Pun Terkoreksi

Harga emas tergelincir mendekati level terendah 11 bulan setelah rilis serangkaian data ekonomi AS yang positif. Departemen Perdagangan AS menyatakan bahwa data GDP kuartal ketiga tumbuh 3.5 persen, lebih tinggi dari estimasi analis yang hanya memperkirakan kenaikan GDP sebesar 3.2 persen. Departemen Perdagangan AS juga melaporkan, data Personal Consumption naik 3.0 persen dari sebelumnya hanya 2.7 persen. Sedangkan data Core Durable Goods Orders bulan November turun dari 0.9 persen menjadi 0.5 persen dan data Durable Goods Orders tergelincir menjadi -4.6 persen.

Serangkaian rilis data ekonomi AS yang tampil apik menyebabkan Dolar AS kembali menguat terhadap mata uang mayor lain, sehingga harga aset safe haven seperti emas terkoreksi. Indeks Dolar AS mampu menanjak ke level 103.14, bahkan pada hari Selasa lalu, indeks ini mendaki ke 103.62, level tertinggi sejak bulan Desember 2002. Oleh karena itu, sebagian besar analis menuturkan bahwa outlook logam mulia emas jangka pendek tetap suram dan terus tertekan probabilitas kenaikan suku bunga pada tahun 2017 oleh the Fed.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex